10 November 2019, 08:00 WIB

Pembangunan MRT Fase II Molor ke Maret 2020


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Alat berat dikerahkan untuk melakukan penggalian pada pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Fase II di kawasan Monumen Nasional (Monas)

PEMBANGUNAN jalur moda raya terpadu (MRT) fase II rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Kota akan dilakukan pada Maret 2020. Hal itu disampaikan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

Sebelumnya, pengerjaan fase II dijadwalkan pada Februari 2020

Jalur tersebut melewati stasiun paling dalam di bawah tanah, yakni di Sawah Besar dan Mangga Besar. Kedua stasiun tersebut memiliki kedalaman empat lantai, bukan dua lantai seperti di stasiun MRT bawah tanah lainnya.

"Ada inovasi pada fase II ini. Jadi, ada bangunan dua lantai di bawah tanah lebih dalam, semua di bawah sungai. Kita akan memperhatikan seluruh aspek pemanfaatan kawasan transit oriented development (TOD). Di fase I kita enggak pakai itu," ungkap William di Jakarta, kemarin.

Kedua stasiun itu dibangun di kedalaman 36 meter di bawah tanah. Di setiap stasiun itu terdapat dua lapis lantai concourse atau tempat terbuka dan dua lapis lantai platform (peron). Rute Bundaran HI-Kota memiliki panjang lintasan 8,3 kilometer.

Ada tujuh stasiun baru yang akan dibangun, yaitu Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Rute MRT fase II akan melalui bangunan-bangunan ikonik di Jakarta.

Oleh karena itu, proses pembangunannya diprediksi lebih sulit dan menelan biaya lebih mahal.

"Karena secara teknis (jalur fase II) ada yang di bawah sungai, kemudian ada banyak bangunan bersejarah yang kita lalui, seperti di Kota," jelas dia.

William mengungkapkan kawasan Kota Tua akan direvitalisasi untuk menunjang fasilitas tersebut. Pihak MRT akan bekerja sama dengan badan cagar budaya untuk memastikan konstruksi yang dibangun tidak merusak bangunan cagar budaya yang dilewati rute MRT.

Sebelumnya, William Sabandar mengakui pembangunan MRT fase II mengalami keterlambatan. Hal itu terjadi pada pembangunan dinding diagframa untuk gardu induk Monas.

Meskipun demikian, pembangunan fase II yang akan menghubungkan Bundaran Hotel Indonesia hingga Kota itu terus dikebut.

"Proses pengadaan fase II terus berlanjut, CP201 pelelangannya terus berjalan. CP202 dan 203 sebenarnya ini agak terlambat, tetapi dokumen tender sudah selesai dan segera kita tenderkan," ungkap dia.

Bila sesuai jadwal, jelas William, pembangunan jalur MRT fase II akan dimulai pada Februari 2020. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2024. (Ins/J-3)

BERITA TERKAIT