10 November 2019, 07:50 WIB

Solidaritas untuk Papua dari Arena Kongres


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Ketua umum Partai NasDem Surya Paloh (tengah) berfoto bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

NUANSA persatuan Indonesia langsung terasa ketika ribuan orang serempak melantunkan setiap kata dari lagu berjudul Aku Papua.

Lagu ciptaan penyanyi almarhum Franky Sahilatua itu pun menggema di arena Sidang Pleno III tentang pandangan umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem yang berlangsung di JI Expo Kemayoran, Jakarta, kemarin.

Momen itu terjadi diawali oleh anggota DPR Fraksi Partai NasDem, Martin Manurung, yang secara spontan berinisiatif mengajak ribuan peserta Kongres II Partai NasDem menyanyikan lagu Aku Papua. Ajakan Martin dilakukan sesaat sebelum perwakilan dari DPW NasDem Papua menyampaikan pandangan umum mereka.

"Kita menyanyi bersama-sama terlebih dulu sebelum kakak dari Papua menyampaikan pandangan umumnya," ucap Martin dari meja pimpinan sidang.

Ketika mulai bernyanyi, beberapa peserta yang duduk di antara peserta kongres asal Papua terdengar meneriakkan kata-kata "Kita semua bersaudara".

Bahkan, beberapa peserta tampak berkaca-kaca matanya karena terbawa oleh suasana haru. Di akhir lantunan lagu, riuh rendah tepuk tangan memenuhi ruangan kongres.

"Mungkin ini gerak hati dan rasa sayang kita semua kepada Papua sebagai bagian integral dari Indonesia," ujar pria yang menjabat Ketua DPP Partai NasDem tersebut.

Martin juga berharap melalui Kongres II Partai NasDem ini, persaudaraan sesama anak bangsa dapat terus terjalin erat di negeri ini.

Dirinya pun menegaskan bahwa Partai NasDem amat peduli terhadap persatuan negara Republik Indonesia.

"Persatuan negara kesatuan Republik Indonesia ini lebih penting daripada kepentingan partai. Kita semua bersaudara," tutur Martin.

Semua warga bangsa ini tanpa kecuali berharap tidak ada lagi peristiwa yang mencederai semangat persatuan.

Papua merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Luka bagi Papua juga derita untuk Indonesia. Oleh karena itu,  kita semua mesti menjunjung tinggi jiwa kebersamaan yang telah diwariskan para pendiri bangsa ini. Bhinneka Tunggal Ika. (Putra Ananda/X-3)

BERITA TERKAIT