10 November 2019, 07:30 WIB

Pelukis Indonesia Sabet Penghargaan UOB


Media Indonesia | Humaniora

Dok. UOB POY
 Dok. UOB POY
UOB Southeast Asian Painting of the Year (POY) 2019.

UNITED Overseas Bank (UOB) menganugerahkan penghargaan UOB Southeast Asian Painting of the Year (POY) 2019 kepada seniman Indonesia, Anagard, untuk lukisannya yang berjudul Welcome Perdamaian, Goodbye Kedengkian.

Lukisan Anagard terpilih di antara para pemenang nasional dari kompetisi UOB Painting of the Year 2019 yang diadakan di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Lewat lukisan tersebut, seniman berusia 35 tahun itu mengangkat tema toleransi dan saling menghargai di tengah perbedaan budaya, suku, dan kepercayaan.

Pada lukisan itu ia mengekspresikan pemikirannya menggunakan campuran gaya tradisional dan kontemporer, serta menggabungkan berbagai bentuk dan simbol kehidupan untuk menciptakan karya seni yang menarik dan mengundang pemikiran lebih mendalam.

Panel juri yang berasal dari keempat negara Asia Tenggara itu juga terpukau dengan teknik stensil Anagard yang unik. Teknik yang sering kita lihat pada mural cat semprot itu memberikan efek tiga dimensi mendalam pada lukisannya.

Terkait dengan kemenangannya di ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year Award 2019, Anagard mengatakan, melalui lukisan Welcome Perdamaian, Goodbye Kedengkian, ia ingin berbagi tentang pentingnya keharmonisan, persatuan, dan perdamaian.

Dia mengaku terinspirasi dari sebuah rumah ibadah di Bukit Rhema, Jawa Tengah. Di sana, orang-orang dari berbagai negara bertemu untuk mengeksplorasi diri secara spiritual.

"Lukisan ini mengambil arsitektur unik rumah ibadah tersebut, yang memiliki atap seperti kepala burung merpati yang merupakan simbol perdamaian. Sebagai seniman aktif, saya merasa terhormat dapat mewakili Indonesia di tingkat regional dan memenangi UOB Southeast Asian Painting of the Year Award 2019," ungkap Anagard dalam siaran pers yang dikeluarkan UOB.

Deputy Chairman dan CEO UOB Wee Ee Cheong mengatakan, dalam menemukan dan mempromosikan karya-karya para calon seniman dan seniman profesional di Asia Tenggara, kompetisi POY UOB telah membantu mengeluarkan kekuatan seni untuk menginspirasi, membuka pikiran, dan menciptakan paradigma baru.

"Semangat yang giat dan inovasi yang kita lihat dalam diri para seniman melalui karya-karya seni mereka itu selaras dengan filosofi dan warisan UOB. Kami berencana memperluas kompetisi POY UOB ke seluruh negara ASEAN tempat kami beroperasi di masa mendatang," ungkapnya.

Panel juri untuk ajang UOB Southeast Asian Painting of the Year 2019 terdiri atas ketua juri dari setiap negara yang berpartisipasi. (RO/N-3)

BERITA TERKAIT