10 November 2019, 06:30 WIB

Konsisten Tawarkan Gagasan Besar


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bersama dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (keempat dari kiri) dan Menteri Lingkungan Hidup d

DALAM upaya memberikan sumbangsih positif di kancah perpolitikan Indonesia, Partai NasDem sejak awal kelahirannya fokus menawarkan gagasan-gagasan besar seperti gerakan perubahan.

Partai yang sudah menginjak usia delapan tahun ini tidak mengedepankan prasangka dan melibatkan perasaan di dalam berpolitik.

Demikian pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh ketika menanggapi sekaligus menjawab kecurigaan sejumlah pihak terhadap gerak politik Partai NasDem.

"Jadi, pikiran besar yang harus kita tawarkan bukan pikiran introver, membawa masalah selalu pada perasaan, sentimental, berprasangka, dan macam-macam," kata Surya kepada wartawan di hari kedua Kongres II dan HUT ke-8 Partai NasDem di JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.

Surya menekankan perlunya mengubah cara berpikir penuh prasangka dan sentimental itu untuk membuktikan Indonesia layak menjadi bangsa yang perkasa.

"Gampang mencurigai patut dikesampingkan dalam berbangsa dan bernegara. Persaingan dengan bangsa lain begitu ketat, kuat, dan keras. Itu membutuhkan persatuan yang kukuh," lanjut Surya.

Dalam kongres kali ini NasDem menggelar Pasar Gagasan yang memajang beragam produk berteknologi tinggi. Salah satunya Aeropro, pesawat nirawak buatan anak negeri yang berfungsi memetakan lahan, menghitung pohon, dan mendeteksi kesuburan tanah.

Terkait guyonan Presiden Joko Widodo terhadap Ketua Umum NasDem yang bertemu beberapa elite partai di luar koalisi, Surya menegaskan dirinya tidak reaktif.

"Nggak mungkin kami reaktif kepada Pak Jokowi. Kami selalu menawarkan alternatif, solusi, dan pikiran sebagai referensi. Mengingatkan lebih berarti daripada kita terlalaikan. Insya Allah Pak Jokowi datang untuk memberikan masukan, pikiran, dan motivasi," ujar Surya.

Dalam pidato di pembukaan kong res, Jumat (8/11), Surya mengatakan partai tetap berada di koalisi pendukung Presiden untuk menjawab keraguan beberapa pihak akan ke setiaan NasDem terhadap Jokowi.

"Ya, kalau ada yang ragu terhadap pemerintahan, saya katakan jangan-jangan NasDem paling setia dengan Presiden. Ada orang ragu dan kami balas itu dengan berpikir positif," ungkap Surya.

Surya melanjutkan NasDem mempunyai kepentingan lebih besar untuk menawarkan gagasan-gagasan perubahan. "Bukan hanya partai pengusung pemerintah lalu mementingkan koalisi. Itu bukan cara berpikir NasDem."

Menjawab isu kerenggangan dengan PDIP, menurut Surya, hubungan kedua partai tidak dalam masalah. "Kami bersahabat dengan semua. Kalau Pancasilais dianggap emosional, marahlah bangsa ini. Pancasila kan alat pemersatu, ideologi kita. Artinya, memberikan pencerahan itu baik."

 

Komitmen

Pengamat politik Nyarwi Ahmad menilai pernyataan Surya Paloh merupakan penegasan bahwa NasDem loyal terhadap Jokowi.

"NasDem bertemu partai bukan anggota koalisi dalam kerangka melaksanakan visi, seperti penyikapan terhadap radikalisme dan menjaga komitmen kebangsaan. Menyelaraskan dua peran itu tantangan bagi NasDem. Semua partai mengalami dilema, punya kaki di parlemen, tetapi juga melakukan checks and balances," tandas Nyarwi. (Uta/X-3)

BERITA TERKAIT