09 November 2019, 20:59 WIB

Hari Pahlawan, Momen Tepat Tumbuhkan Nilai Kepahlawanan


Cahya Mulyana | Humaniora

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Tokoh Muda NU Ahmad Romzi

HARI Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November merupakan saat yang tepat merenungkan dan mengambil pelajaran dari para pahlawan bangsa. Hal itu dinilai dapat menumbuhkan sikap patriot dan kepedulian terhadap sesama anak bangsa.

"Hari pahlawan adalah momentum anak muda untuk refleksi gerak langkah pahlawan bangsa. Tujuannya adalah awareness terhadap ide dan gagasan mereka tentang bagaimana dan mengapa republik ini harus terbentuk," terang Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU) Ahmad Romzi kepada Media Indonesia, Sabtu (9/11).

Menurut dia, kesadaran dan pemahaman atas semangat para pahlawan akan menumbuhkan kepedulian terhadap keutuhan dan perkembangan republik. Refleksi lain dari nilai-nilai itu dapat menumbuhkan semangat persaudaraan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan bangsa.

Baca juga : Manfaatkan Kemajuan Teknologi, Milenial Bisa Jadi Pahlawan

"Maka buat saya, semangat nasionalisme kekinian ditunjukkan dalam dua hal. Pertama, kesadaran akan banyaknya peluang untuk membuat bangsa ini menjadi lebih baik, kemudian memposisikan diri untuk berani memimpin dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengupayakan meraih kebaikan dari peluang-peluang tersebut," jelasnya.

Dampak lainnya, kata dia, nilai-nilai kepahlawanan akan membuat warga bangsa saling menghormati dan menghargai. Hal itu sangat penting karena maraknya intoleransi yang dipicu kurangnya pemahaman terhadap semangat nasionalieme

"Terakhir para pahlawan mengajarkan kita sikap selflessness, mendahulukan kepentingan orang lain terlebih dahulu sebelum kepentingan pribadi. Tentunya hal itu bisa berdampak pada tumbuhan keinginan menjadi masyarakat yang bermanfaat dengan cara kekinian dan kemampuan masing-masing," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT