07 November 2019, 15:50 WIB

2.500 Relawan Terlibat Aksi Bersih Anak Sungai Brantas


mediaindonesia.com | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
Aksi bersih Sungai Cumpleng, anak sungai dari Sungai Brantas, di Mojokerto, Jawa Timur.. 

LEBIH dari 14 juta orang di Jawa Timur (Jatim) menggantungkan mata pencahariannya pada Sungai Brantas. Sayangnya, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai tidak menjaga lingkungan sungai dan masih membuang sampah sembarangan.

Setiap hari sungai Brantas dicemari tiga juta popok dan berton-ton sampah, Kondisi sungai yang memjadi lokasi sumber pencaharian masyarakat sekitarnya sangat mengkhawatirkan.

Dengan melatarbelakangi kondisi tersebut, lebih dari 2.500 relawan dan perusahaan minuman PT Multi Bintang Indonesia Tbk atau Multi Bintang menggelar aksi bersih sungai dan program edukasi tata kelola sampah.

Aksi tersebut adalah langkah awal dari gerakan tiga tahun dalam memulihkan kebersihan Sungai Cumpleng, anak sungai dari Sungai Brantas. Gerakan tersebut didukung Aliansi Air Mojokerto, Bank Sampah Mojokerto, dan sukarelawan dari berbagai komunitas.

 “Sungai adalah sumber kehidupan yang penting tetapi belum sepenuhnya terlindungi dengan baik. Multi Bintang selalu berkomitmen untuk melindungi sumber daya air di mana pun kami beroperasi,” kata Ika Noviera, Corporate Affairs Director PT Multi Bintang Indonesia Tbk, di Mojokerto, Jatim, Kamis (07/11).

“Kami percaya gerakan ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat di Mojokerto tetapi juga bagi jutaan orang di Jawa Timur,” ujar Ika Noviera.

Untuk mendorong gerakan tiga tahun ini, Aliansi Air Mojokerto dan Multi Bintang menggelar aksi penggalangan dana lewat platform KitaBisa.com untuk mengundang partisipasi masyarakat Indonesia untuk mendukung perjalanan Sungai Cumpleng menjadi bersih kembali.

Sebagai bagian dari penggalangan dana, pada 5-7 November 2019, sebanyak 12 karyawan Multi Bintang melakukan lari estafet River2River sepanjang 88 km dari Sungai Cumpleng dan dua sungai lainnya di Mojokerto dalam tiga hari.

Di waktu yang bersamaan, ribuan relawan Aliansi Air Mojokerto dan Bank Sampah Mojokerto akan membersihkan sampah di sungai dan edukasi tata kelola sampah di sepanjang rute. Kegiatan tersebut  bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan sungai.

Penggalangan dana digunakan untuk membangan untuk instalasi jebakan sampah bambu di sungai, kegiatan bersih-bersih sungai bank sampah, dan program pendidikan pengelolaan sampah di Sungai Cumpleng selama tiga tahun yang dilakukan oleh Aliansi Air Mojokerto dan Bank Sampah Mojokerto. Target pendanaan yang ingin dicapai adalah sebesar Rp1 miliar rupiah.

 “Untuk setiap 250 juta rupiah yang terkumpul, Yayasan Sahabat Multi Bintang akan menambah 100 juta rupiah lagi untuk inisiatif ini,” kata Ika.

“Masyarakat menggunakan air dari sungai untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memasak sehari-hari. Sungai yang bersih dan jernih adalah anugerah dari alam tetapi kita kehilangannya sekarang,” kata Gangsar salah satu pendiri Aliansi Air Mojokerto.

“Pengetahuan yang tidak memadai tentang tata kelola sampah adalah alasan mengapa kondisi sungai menjadi seperti ini,” tambah Gangsar. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT