09 November 2019, 19:53 WIB

Manfaatkan Kemajuan Teknologi, Milenial Bisa Jadi Pahlawan


Cahya Mulyana | Humaniora

MI/Alexander P taum
 MI/Alexander P taum
Sekum Masyarakat Sejarawan Indonesia Restu Gunawan

SEKRETARIS Umum Masyarakat Sejarawan Indonesia Restu Gunawan menilai generasi muda perlu memiliki semangat kepahlawanan untuk mendorong kemajuan, kesejahteraan dan menjaga persatuan bangsa.

Caranya tidak dengan mengangkat bambu runcing seperti para pahlawan tempo dulu namun menggunakan perangkat kekinian seperti memanfaatkan kemajuan teknologi dan menyebarkan optimistis.

"Semangat kepahlawanan yang berbanding lurus dengan nasionalisme harus tertanam dalam setiap warga negara terkhusus generasi milenial. Tentu alat, cara dan target perjuangannya menyesuaikan dengan konteks hari ini dan ke depan seperti membantu meningkatkan kesejahteraan, memberantas kebodohan dan menjaga persatuan," katanya kepada Media Indonesia, Sabtu (9/11).

Menurut dia, hari pahlawan merupakan waktu yang tepat untuk berkontemplasi atau merenungkan nilai-nilai nasionalisme. Hal ini perlu menjadi kesadaran bersama karena membela negara dan bermanfaat bagi segenap warga bangsa dengan kemampuan masing-masing.

Perjuangan, kata dia tidak boleh terpaku pada usaha mengusir penjajah dengan mengangkat bambu runcing dan senjata tajam. Sosialisasi dari turunan dari makna nasionalisme ini harus menjadi pemahaman bersama supaya dapat terwujud dalam kegiatan sehari-hari.

Baca juga : Mensos : Pahlawan adalah Sosok yang Perjuangkan Demi Orang Banyak

"Konteks hari ini, era industri 4.0, bagaimana warga bangsa memanfaatkan kemajuan teknologi yang sebesar-besarnya untuk mewujudkan cita-cita bangsa seperti mengentaskan kemiskinan dan kebodohan, berdaya saing tinggi di kancah dunia dan mempererat persatuan," paparnya.

Dengan demikian, lanjut dia, semua masyarakat bisa menjadi pahlawan atau memberi andil bagi tanah air. Kemudian pada setiap benak generasi milenial khususnya, nilai-nilai tersebut harus tertanam dan tumbuh subur karena mereka akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan para pahlawan bangsa.

"Mereka harus bergandengan tangan memanfaatkan kemajuan teknologi seperti menjadi pendiri startup, mengkampanyekan optimisme lewat karya sastra, serta memerangi berita bohong dan pesimisme," ujarnya.

Pemerintah dan pihak terkait pun perlu mengajak masyarakat meneladani para pahlawan yang telah mendedikasikan diri dan pemikirannya dengan cara masing-masing.

Jika hal itu masif dilakukan, maka di seluruh sektor dapat lebih banyak lagi bermunculan orang-orang yang mendedikasikan dirinya bagi bangsa dan negara.

"Namun saat ini masih belum optimal kampanye nilai-nilai kepahlawanan dengan terbukti hoaks dan vandalisme masih menjadi tantangan internal bangsa termasuk pesmisme. Itu jelas bertentangan dengan semangat kepahlawanan," jelasnya.

"Ayo generasi muda kuasai teknologi dan unggul lah di era industri 4.0, dengan begitu kalian semua bisa menjadi pahlawan masa kini. Tentu target musuhnya adalah kebodohan, intoleransi, pesimisme dan kemiskinan supaya bangsa ini tumbuh seperti keinginan para pahlawan yang telah mengorbankan pemikiran, darah dan hartanya," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT