09 November 2019, 19:18 WIB

Warga Gowa Berebut 5.205 Bakul Maudu Adaka Ri Gowa


Lina Herlina | Nusantara

MI/Lina Herlina
 MI/Lina Herlina
Warga Gowa Berebut Bakul Maulid di Bakul Maudu Adaka Ri Gowa

RIBUAN warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memadati pelataran Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (9/11). Mereka terlihat antusias dan berebutan bakul maudu atau bakul maulid sebanyak 5.205 buah.

Mereka hadir menyambut perayaan Maudu Adaka Ri Gowa (Perayaan Besar Maulid di Gowa) dalam rangka memperingati Maulid Nabi  Muhammad SAW  1441 Hijriah.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, inilah yang menjadi tradisi dari Maudu Adaka Ri Gowa. Masyarakat betul-betul sangat antusias karena ini memang sudah menjadi ritual setiap tahunnya.

"Antusias dan semangat dari masyarakat selalu meningkat dan setiap tahunnya terjadi peningkatan masyarakat yang ada di Kota Sungguminasa hingga sampai di wilayah dataran tinggi," ungkapnya.

Menurut Adnan, hal ini bagian dari langkah pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat kebersamaannya. Terlebih semua telur dan bakul maulid yang ada merupakan sumbangsih dari seluruh satuan kerja perangkat daerah, pemerintah kecamatan, kelurahan, desa, dusun dan mitra kerja pemerintah, seperti swasta dan perbankan.

Baca juga : Meneladani Rasulullah Dalam Membangun Indonesia Maju

Nurhayati, 40, warga Kecamatan Somba Opu mengatakan, berebut bakul maulid merupakan kebiasaannya bersama masyarakat lainnya. Hal itu pun sudah menjadi tradisi di Kabupaten Gowa sejak dahulu.

"Saya sudah lama hadir di acara seperti ini. Tahun ini paling banyak orang datang daripada tahun lalu, makanya ada beberapa yang tidak dapat karena memang kita berebutan," katanya.

Sementara Nuridn,  Warga Manggarupi, mengaku, setiap tahunnya pada perayaan Maudu Adaka Ri Gowa, dirinya bersama keluarga tidak pernah ketinggalan menghadiri kegiatan ini.

"Sudah menjadi kebiasaannya ikut bergembira dalam merayakan kegiatan ini. Tapi begitu, ada beberapa orang yang tidak sabaran, belum diperintahkan sudah berebutan tapi disitulah seninya," aku Nurdin.

Di kesempatan yang sama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gowa Syamsuddin Bidol menambahkan, Maudu Adaka Ri Gowa ini juga sebagai upaya dalam menunjukkan hasil dari aktivitas setahun dari masyarakat Kabupaten Gowa dalam pemenuhan produksi pangan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

"Hal ini terealisasikan dalam bentuk kaddo maudu atau sedekah maudu berupa juku kambu, tumpi-tumpi, kaddo minyyak dan telur serta hasil sayur-sayuran dari para petani di Kabupaten Gowa dalam setahun," tukasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT