09 November 2019, 22:00 WIB

Perang Tomat ala Cikidang


Adi Maulana Ibrahim | Weekend

MI/ Adi Maulana Ibrahim
 MI/ Adi Maulana Ibrahim
Warga saling melempar tomat saat mengikuti tradisi Rempug Tarung Adu Tomat.

Siapa kira La Tomatina atau Festival Perang Tomat di Bunol, Spanyol, juga ada di Jawa Barat. Tepatnya di Kampung Cikareumbi RW 03 Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Bandung Barat.

Perang tomat ini disebut Rempug Tarung Adu Tomat yang merupakan rangkaian dari Upacara Ngaruat Bumi dan Hajat Buruan. Sebuah ritual yang dimulai tahun 2012 untuk membuang sial atau segala hal buruk dalam diri manusia maupun penyakit tanaman yang disalurkan melalui saling melempar tomat yang hampir busuk sebanyak dua ton satu sama lain.

Maka pagi buta 13 Oktober lalu, para warga mulai mempersiapkan hiasan dari berbagai sayuran. Anak-anak bersolek dengan baju tari lengkap dengan anting-anting. Sebagian dari mereka ada pula yang memakai baju, tameng dan topeng dari anyaman bambu, bak prajurit. Sepanjang jalan kawasan tersebut berjejer sekitar 30 keranjang berisi tomat busuk untuk amunisi. Prajutit di bagi menjadi dua kubu terpisah kurang lebih 10 meter, saling berhadapan.

Tak hanya pria. Perempuan, tua, muda, anak-anak pun ikut larut di medan tempur. Lengah sekejap saja sudah pasti jadi bulan-bulanan lawan. Dalam hitungan menit ribuan tomat dalam keranjang melayang ke berbagai penjuru. Tak ada tempat berlindung, bahkan bagi warga yang menonton, mau tak mau penonton pun melacarkan aksi serupa.

Perang tomat kini juga merupakan bentuk rasa prihatin warga akan harga tomat yang kian anjlok. Akibat tak laku di pasaran, tomat-tomat hasil panen pun membusuk.

Menurut sesepuh kampung tersebut, daripada tomat terbuang percuma, akhirnya digelarlah aktivitas yang sarat akan nilai tradisi. Perang tomat sebagai ungkapan membuang sial segala macam hal-hal buruk dalam diri masyarakat maupun hal buruk berkaitan penyakit tanaman. Simbol keburukan itu berwujud tomat busuk yang harus dilempar atau dibuang jauh-jauh dan sekaligus pesta atas keberhasilan. (M-1)

BERITA TERKAIT