09 November 2019, 13:46 WIB

Pencalonan Michael Bloomberg Jadi Ancaman Joe Biden


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP
 AFP
Mantan Wali Kota New York Michael Bloomberg siap mengikuti pencalonan capres dari Partai Demokrat, untuk menghadapi Donald Trump.

MANTAN Wali Kota New York sekaligus miliarder Michael Bloomberg mengisyaratkan akan maju memperebutkan nominasi kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat. Dia telah mengajukan dokumen sebelum batas waktu pemilihan primer Demokrat di Alabama. Langkah ini merupakan langkah penting untuk bergabung dalam kompetisi kandidat Presiden AS, untuk menghadapi Presiden Donald Trump dalam pemilu AS tahun depan.

Bloomberg, 77, belum secara resmi mengkonfirmasi pencalonannya. Namun, juru bicaranya Jason Schechter mengatakan kepada media AS pengumuman bisa datang paling cepat minggu depan. Sang pengusaha  prihatin calon Demokrat saat ini tidak akan memberikan tantangan yang cukup kuat bagi Trump pada 2020. Bloomberg akan memasuki kontestasi yang cukup ramai ketika salah satu dari 17 kandidat berharap terpilih sebagai calon Demokrat. Mantan Wakil Presiden Joe Biden adalah pelopor, diikuti oleh senator Bernie Sanders dan Elizabeth Warren.

Dugaan kuat Bloomberg akan maju di kontestasi Partai Demokrat terlihat dari pernyataan penasehatnya, Howard Wolfson dalam keterangan resminya pada Kamis (7/11/2019) malam. Disebutkan mereka ingin memastikan Trump dikalahkan dalam pemilu tahun depan.

"Tetapi Mike (Michael) semakin khawatir calon-calon (Demokrat) saat ini tidak dalam posisi yang baik untuk menjalankan misi itu," tambahnya.

Para analis mengatakan pencalonan Bloomberg dapat memberikan kerugian paling besar pada prospek calon terdepan Demokrat, Joe Biden. Tetapi mantan wakil presiden itu penuh percaya diri dan tidak khawatir dengan majunya Bloomberg. Sosok Bloomberg akan menarik pemilih moderat.

"Michael pria yang solid," kata Biden kepada wartawan di Concord, New Hampshire, ketika mendaftar untuk mengambil bagian dalam pemilihan utama Februari di negara bagian timur laut.

"Saya tidak punya masalah dengan dia ikut perlombaan ini," kata Biden.

baca juga: Karyawati di Jepang Dilarang Pakai Kacamata

Jason Mollica dari American University mengatakan masuknya Bloomberg dalam kontestasi calon presiden menjadi indikasi bahwa ia percaya Demokrat tidak memiliki kandidat kuat yang dapat mengalahkan Presiden Trump. (AFP/BBC/OL-3)

 

BERITA TERKAIT