09 November 2019, 13:18 WIB

Karyawati di Jepang Dilarang Pakai Kacamata


Melalusa Susthira K | Internasional

AFP
 AFP
Sejumlah perusahaan di Jepang mengeluarkan larangan menggunakan kacamata khusus untuk karyawati. 

MUNCULNYA larangan karyawati di Jepang menggunakan kacamata yang dikeluarkan oleh sejumlah perusahaan, telah memicu perdebatan dan reaksi keras. Media lokal melaporkan bahwa beberapa perusahaan telah melarang karyawatinya menggunakan kacamata dengan beberapa alasan. Di antaranya membuat penampilan menjadi tampak dingin.

Sementara itu, perusahaan lain seperti maskapai penerbangan mengklaim larangan penggunaan kacamata diberlakukan demi alasan keamanan. Adapun di industri kecantikan dan mode, kacamata membuat riasan wajah pekerja tidak terlihat dengan baik.

Belum diketahui secara pasti apakah yang disebut larangan tersebut didasarkan pada kebijakan resmi perusahaan, atau mencerminkan praktik sosial yang diafirmasi di tempat kerja tersebut. Namun, topik tersebut segera memicu perdebatan hangat di media sosial. Tagar #glassesareforbidden (kacamata dilarang) telah populer di Jepang dan menjadi trending topic di media sosial Twitter pada Jumat (8/11/2019).

Profesor Sosiologi dari Kyoto University, Kumiko Nemoto, mengatakan bahwa masyarakat Jepang bereaksi terhadap kebijakan dengan paradigma kuno, bahwa perusahaan menilai perempuan dari penampilannya ketimbang performa kerja mereka.

"Alasan mengapa perempuan tidak seharusnya memakai kacamata benar-benar tidak masuk akal. Ini semua tentang gender. Ini cukup diskriminatif," terang Nemoto seperti dilansir BBC News.

baca juga: Kebakaran Hutan di Australia Tewaskan 2 Orang

Ini bukan pertama kalinya Jepang menimbulkan kontroversi karena memberlakukan peraturan yang menuntut perempuan mengenakan atau tidak mengenakan sesuatu yang spesifik di tempat kerja. Pada Maret lalu, perempuan menentang persyaratan untuk mengenakan riasan wajah, sementara musim panas ini sebuah petisi online viral menentang aturan berbusana bagi karyawan perempuan Jepang. (Foxnews/BBC/OL-3)

 

BERITA TERKAIT