09 November 2019, 11:15 WIB

Merawat Mata Air Untuk Keseimbangan Lingkungan


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MI/Ferdinandus Rabu
 MI/Ferdinandus Rabu
Komunitas Anak Podor Wolong di Dusun Tiga, Desa Ratulodong, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur rutin merawat mata air.

KECINTAAN terhadap bumi dengan merawat air di saat kemarau menjadi prioritas anak muda yang tergabung dalam Komunitas Anak Podor Wolong (APW) di Dusun Tiga, Desa Ratulodong, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Komunitas yang dirintis sejak 2012 memberikan perhatian khusus bagi aksi cinta bumi dan lingkungan. Termasuk menjaga sumber mata air dan kebersihan lingkungan dari sampah. Air menjadi kebutuhan mendasar di desa ini, sehingga dengan merawat mata air yang ada, berarti kebutuhan masyarakat terhadap air bersih akan tetap terjaga apalagi di musim kemarau.

Komunitas APW merupakan kelompok kaum muda dan pelajar. Ada pula orang tua yang berjiwa muda yang punya kepedulian tinggi bagi bumi dan lingkungan di desa, dalam menjaga kebersihan mata air dan lingkungan desa dari sampah. Komunitas ini beberapa kali menuju ke sejumlah lokasi mata air yang ada di desa mereka untuk membersihkan lokasi mata air dan menanami beberapa pohong di sekitar lokasi mata air. Tujuannya untuk menjaga debit air saat kemarau, agar tetap mengalir.

Desa Ratulodong memiliki empat sumber mata air, yaitu mata air Wai Wua, mata air Lungu Bele, mata air Wai Wujo, dan mata air Wai Bawa. Sumber-sumber mata air ini untuk memenuhi kebutuhan warga Desa Ratulodong, juga bagi kebutuhan desa-desa tetangga.

Ketua Komunitas APW, Antonius Liwun saat ditemui Sabtu (9/11/2019) mengatakan, komunitas APW dibentuk untuk memberikan prioritas dan perhatian bagi sumber daya alam yang ada di desa untuk dijaga dan dirawat. Sehingga komunitas ini harus menjadi contoh bagi generasi lainnya untuk selalu menjaga alam dan sumber air yang ada demi kesejahteraaan bersama.

"Tujuan dibentuknya komunitas ini untuk membangkitkan kepedulian bersama dalam menjaga dan merawat kekayaan alam yang ada di desa kami. Termasuk menjaga mata air yang ada di desa ini. Komunitas ini diharapakan menjadi motor penggerak untuk meningkatkan kepedulian  sejak dini bagi siapa saja, agar selalu menjaga alam dan lingkungan sebaik-baiknya. Sehingga alam pun mampu memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan kita," kata Anton.

baca juga: Koperasi Harus Bisa Menyikapi Tantangan Kekinian

Menurutnya menjaga alam dan lingkungan merupakan wujud syukur kepada Tuhan. Apalgi saat kemarau ini, sumber air menjadi sangat vital, sehingga butuh kesadaran bersama dalam menjaga ketersediaan air di daerah ini.

"Kita bersyukur atas  anugerah kekayaan alam yang ada di desa ini termasuk empat sumber air yang ada saat ini. Sehingga melalui komunitas ini, kami sudah mulai dengan aksi membersihkan lingkungan mata air. Dan rencananya akan melakukan penghijauan di sekitar mata air di desa kami," tambahnya. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT