09 November 2019, 08:50 WIB

Satu Lagi Penderita Tumor Mata di Manggarai Butuh Bantuan


Yohanes Manasye | Nusantara

MI/Yohanes Manasye
 MI/Yohanes Manasye
Theofanus Rifki Sandi, balita berusia 22 bulan, asal Wejangkalo, Manggarai, NTT menderita tumor mata dan membutuhkan bantuan.

THEOFANUS Rifki Sandi, balita berusia 22 bulan, asal Wejangkalo, Desa Tal, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT menderita tumor mata. Dalam keadaan sakit, iaa digendong ibunya, Aquilina Ndai didampingi  ayahnya Inosensius Ifan Sandi mendatangi kantor Bupati Manggarai di Ruteng, Jumat (8/11/2019) pagi. Mereka datang untuk meminta bantuan pemerintah agar bisa membantu biaya pengobatan sang anak.

Rifki menderita tumor pada mata kanannya. Bola matanya seukuran bola pingpong, memerah dan menggantung di luar kelopak matanya. Ia hanya bisa merintih dan menangis menahan rasa sakit.

"Meskipun menangisnya tidak lama, tapi sering. Kalau dia merasa sakit lagi, dia menangis. Baru agak tenang kalau sudah tidur," kata Aquilina.

Kedua orangtuanya menuturkan, Rifki terlahir sebagai bayi sehat pada 17 Desember 2018 lalu. Namun tiga hari setelah lahir, ia tak bisa membuka kedua kelopak matanya. Setelah menjalani pengobatan tradisional, barulah kedua matanya normal kembali.

"Namun saat itu mata kanannya perlahan-lahan seperti mata kucing," tutur Aquilina.

Awalnya, mereka mengira anaknya hanya menderita kebutaan biasa. Namun pada bulan September 2019, Rifki sering mengusap mata kanannya. Bola matanya memerah, lalu pada tanggal 24 September 2019 bola matanya keluar dari kelopak matanya. Lalu terus mengembang menyerupai bola pingpong.

"Kami tak berdaya. Kami baru menikah tahun lalu. Melahirkan anak pertama, langsung mengalami kondisi seperti ini. Ini di luar kemampuan kami," tutur Inosensius, ayahnya.

Mereka lalu mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Puskesmas pun merujuk Rifki ke RSUD Ben Mboi Ruteng. Di rumah sakit milik Pemkab Manggarai itu, ayah dan ibu Rifki disarankan untuk mengurus BPJS Kesehatan terlebih dahulu untuk proses pengobatan Rifki.

Alasannya, rumah sakit itu tak mampu menangani penyakit yang dialami Rifki. RSUD Ben Mboi Ruteng hanya membuat rujukan ke rumah sakit yang mampu menanganinya ke RSUP Sanglah, Denpasar. Biasanya, untuk pasien tumor mata, RSUD Ruteng merujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. BPJS Kesehatan dibutuhkan karena biaya pengobatan tumor mata sangat mahal.

Orangtua Rifki merupakan pasangan petani miskin di desanya. Mereka  meminta bantuan Pemkab Manggarai agar mencarikan solusi untuk bisa membantu pengobatan Rifki.  

Bupati Manggarai Deno Kamelus langsung memerintahkan Bagian Sosial untuk memasukkan Rifki ke dalam BPJS Kesehatan kuota daerah agar iuran BPJS ditanggung daerah. Namun BPJS quota daerah baru bisa diberlakukan pada bulan berikutnya. Itu artinya, Rifki baru bisa ditanggung BPJS sejak 1 Desember 2019.

baca juga: Orang Tak Dikenal Bongkar 25 Makam di Tasikmalaya

"Karena itu, kita minta keluarga untuk daftar BPJS Kesehatan mandiri dulu. Selanjutnya, mulai bulan depan, kita masukkan dalam kuota  daerah," ujar Deno Kamelus.

Deno juga memanggil pimpinan BPJS Kesehatan Kabupaten Manggarai untuk mengupayakan perlakuan khusus bagi setiap pasien darurat. Ia mengatakan, aturan BPJS Kesehatan yang baru mengaktifkan jaminan sosial terhitung 14 hari pasca pendaftaran peserta, tidak cukup membantu pasien darurat.

"Kita dari Pemerintah Daerah selalu berharap agar BPJS itu ada diskresi untuk pasien-pasien darurat seperti ini. Kalau daftar hari ini, 14 hari lagi baru bisa dipakai, kan kasihan pasiennya. Mereka ini butuh penanganan segera," ujar Deno.

Namun harapan Bupati Deno ternyata tak bisa dipenuhi BPJS Kesehatan. Mereka tetap mensyaratkan pemberlakuan BPJS Kesehatan, 14 hari setelah seseorang terdaftar sebagai peserta.

"Sistem kami sudah seperti itu pak. BPJS Kesehatan mandiri baru bisa diaktifkan 14 hari kemudian. Kalau kuota daerah lebih lama lagi, tunggu bulan berikut. Yang langsung aktif itu yang PNS. Itu berarti tanggal tanggal 22 November baru bisa diaktifkan," ujar Made Epi, salah seorang petugas BPJS Kesehatan Manggarai.

Selain bantuan BPJS Kesehatan, Pemkab Manggarai juga akan memberikan bantuan berupa uang. Namun jumlahnya hanya Rp5 juta untuk setiap pasien miskin yang dirujuk ke luar daerah. Karena itu, keluarga Rifki masih membutuhkan bantuan dari pihak lain agar bisa berangkat dari Ruteng ke RSUP Sanglah Denpasar.

Bagi pihak yang bersedia menyumbang, bisa disalurkan melalui Bank BRI dengan nomor rekening 0273-01-01-6585-53-0 atas nama Inosensius Sandi, ayah Rifki.

Sebelumnya, Mohammad Afrizal, bocah 12 tahun, asal Satar Mese Barat, Manggarai juga menderita tumor mata, sedang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar. Afrizal mendapat pertolongan dari Komunitas Cinta Kasih (KCK) Denpasar pimpinan Hellena Cundawan. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT