09 November 2019, 07:13 WIB

Lempung Jadi Katalis Mengolah Limbah Sawit Jadi Biofuel


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

Antara
 Antara
Limbah kelapa sawit bisa diolah menjadi biofuel bernilai tinggi dengan menggunakan katalis lempung bentonit. 

PENELITI dari Pusat Penelitian Kimia LIPI, Indri Badria Adilina berhasil mengembangkan inovasi properti unik neutron dan lempung untuk menyulap limbah sawit menjadi bahan bakar.

Penelitan yang bermula dari masih minimnya pemanfaatan potensi energi biomassa yang besar dari kelapa sawit. Ia menilai pemanfaatan sawit saat ini sebagian besar masih didominasi industri pangan dan kosmetik. Sementara untuk limbahnya sejauh ini baru dimanfaatkan sebagai kompos atau dibakar begitu saja.

Sampai akhirnya, ia pun mencoba melakukan riset tandan kosong kelapa sawit untuk mendapatkan biofuel di atas 60 persen sebagai bahan bakar kimia cair. Untuk pemrosesannya menggunakan mekanisme termal katalitik.

"Pemerosesannya kami kembangkan menggunakan properti unik neutron untuk meningkatkan proses konversi dari limbah biomassa kelapa sawit menjadi biofuel yang bernilai tinggi," kata Indri dalam keterangan resminya, Sabtu (9/11/2019).

Pada penelitianya kali ini katalis yang dikembangkan berbasis material terbarukan dan ketersediaannya berlimpah, yakni lempung.

"Di Indonesia itu ada berbagai jenis lempung, dan yang kami gunakan adalah bentonit," ucapnya.

Pemilihan lempung jenis bentonit disebabkan berdasarkan penelitian, bentonit berperan penting dalam reaksi kimia untuk mengubah molekul-molekul berat pada minyak sawit menjadi molekul ringan hidrokarbon.

"Selama ini lebih banyak digunakan sebagai absorban dalam proses penjernihan minyak goreng. Padahal bentonit berperan penting dalam reaksi kimia untuk mengubah molekul-molekul berat pada minyak sawit menjadi molekul ringan hidrokarbon yang menyusun komponen pembuatan bahan bakar seperti bensin dan solar," jelasnya.

baca juga: Pahlawan Masa Kini Dapat Lahir dari Inovator

Dikatakannya, energi Biomassa yang terkandung dalam kelapa sawit memiliki kandungan oksigen tinggi yang tidak bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar. Dengan menekan kadar oksigen tinggi tersebut dengan katalis dari bentonit dapat menghasilkan biofuel berkadar oksigen rendah yang dapat digunakan sebagai bahan bakar seperti bensin dan solar.

Atas penelitianya tersebut, Indri menjadi orang pertama di Asia Tenggara yang diganjar penghargaan ISIS Impact Award for 2019 in the Economic Catagory dari Science and Technology Facilities Council, United Kingdom Research and Innovation. (OL-3)

BERITA TERKAIT