09 November 2019, 04:00 WIB

Promosi ke Luar Negeri, UMKM Bisa Manfaatkan Diaspora Indonesia


Medcom.id/Eko Nordiansyah | Ekonomi

Ilustrasi/Medcom.id/Eko Nordiansyah
 Ilustrasi/Medcom.id/Eko Nordiansyah
UMKM di bawah binaan Bank Indonesia.

BANK Indonesia (BI) menyebut orang-orang Indonesia yang telah menetap di luar negeri bisa dimanfaatkan untuk promosi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Apalagi jumlah diaspora Indonesia di luar negeri terbilang cukup besar dan tersebar di sejumlah negara.
 
"Kita rintis, sebenarnya kalau bicara ekspor kita bisa lihat negara yang diaspora-diaspora Indonesianya besar. Ini bisa kita manfaatkan," kata Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Difi A. Johansyah di FESyar, Grand City Convex Hall, Surabaya, Jumat, 8 November 2019.
 
Menurut dia, orang-orang Indonesia di luar negeri bisa ikut mempromosikan berbagai produk UMKM yang dihasilkan. Dirinya menambahkan, ekspor melalui per orangan seperti ini sebenarnya tidak terdata dengan baik. Padahal barang yang dikirim atau dibawa keluar negeri juga cukup banyak.

"Kita paradigmanya sekarang bukan semata-mata untuk mengisi eksportir untuk orang sana karena sekarang banyak orang Indonesia di luar negeri. Mereka butuh (seperti) bumbu pecel, ayam halal, bumbu rawon. Ini harus kita manfaatkan," jelas dia.
 
Difi menilai, jika produk UMKM diberikan bimbingan untuk menghasilkan produk yang layak ekspor, bukan tak mungkin akan menjadi tulang punggung ekonomi. Salah satu produk yang paling potensial adalah produk kopi. Dengan berbagai jenis kopi yang dihasilkan, produk kopi Indonesia banyak diminati di luar negeri.
 
Sayangnya memang sampai saat ini belum ada data pasti soal UMKM yang layak dan siap ekspor meski potensi di Jawa Timur sendiri ada 11 juta UMKM. Karenanya bank sentral bekerja sama dengan pihak lain dalam melakukan pendataan bersama Ditjen Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Koperasi dan UMKM.
 
"Jadi memang PR paling pertama kita ini adalah melakukan pendataan dan mereka ini terpencar ada yang di Blitar, Tulungagung, Jember, Banyuwangi. Ini akan menjadi fokus BI tahun depan. Kita akan keliling ingin memperoleh informasi lebih jauh, silaturahmi dan sinergi tema kita tahun depan," pungkasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT