08 November 2019, 20:06 WIB

Ditarik ke Mabes Polri, Argo: Tangan Tuhan Bekerja


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

MI/Saskia Anindya Putri
 MI/Saskia Anindya Putri
Kombes Argo Yuwono yang dimutasi menjadi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri 

SETIDAKNYA 206 perwira Polri mengalami mutasi. Hal tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/3020/XI/KEP./2019 yang dikeluarkan pada Jumat (8/11).

Salah satu yang mendapatkan promosi adalah Kombes Argo Yuwono. Ia mendapatkan tugas baru di Markas Besar Polri sebagai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) menggantikan Brigjen Dedi Prasetyo.

"Wah saya bersyukur sama Tuhan, ini semua tangan-tangan Tuhan yang bekerja. Terima kasih sama pimpinan Polri yang mempercayakan, dan pada keluarga yang memberi support sama saya," kata Argo saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (8/11).

Sebelumnya, Argo menjabat sebagai Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya. Posisinya akan digantikan oleh Kombes Yusri Yunis yang saat ini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.

Sementara itu, Dedi diangkat menjadi Kepala Biro Pembinaan Karier (Karobinkar SSDM) Polri. Dedi akan menggantikan posisi Brigjen Entot Permadi yang diangkat menjadi Widyaiswara Madya Sespim Lemdiklat Polri.

Baca juga : Mutasi Porli, Filri Naik Bintang Tiga Jabat Kabaharkam

Nama lain yang mengalami rotasi adalah Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipider) Bareksrim Polri Brigjen Mohammad Fadil Imran. Ia akan diangkat dalam jabatan baru sebagai Staf Ahli Sosial Budaya Kapolri.

Sedangkan Wadirtipider Bareskrim Kombes Mohamad Agung Budijono akan menjabat sebagai Dirptipider yang baru.

Rotasi di internal Polri ini menjadi yang pertama dilakukan oleh Kapolri Jendral Idham Azis setelah dilantik pada Jumat (1/11). Menurut Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia Irjen Eko Indra, rotasi di internal Polri merupakan hal yang lumrah di Korps Bhayangkara.

"Intinya ini merupakan mutasi rutin untuk menggantikan personil antara lain karena ada yg pensiun, mendapat tugas di luar struktur sehingga harus diganti," ujar Eko. (Tri)

BERITA TERKAIT