08 November 2019, 19:31 WIB

Disegel, Dua Puskesmas di Tasikmalaya tidak Ada IMB


Adi Kristiadi | Nusantara

iIlustrasi
 iIlustrasi
Ilustrasi

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) menghentikan aktivitas bangunan dua Puskesmas karena tidak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Kedua puskesmas yang disegel itu berada Kecamatan Cibeureum dan Kecamatan Tamansari.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penyidikan (Wasdik) Dinas Satpol PP Kota Tasikmalaya, Budhi Hermawan mengatakan, dua bangunan Puskesmas yang disegel belum mengantongi IMB dilakukan dari Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP).

"Pekerjaan bangunan yang dikerjakan selama itu sudah mencapai 50 persen, namun setelah melakukan pengecekan dilakukan anggotanya menemukan tidak adanya izin yang diterbitkan dari pihak berwenang yakni pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan dalam pembangunan dua Puskesmas," katanya Budhi.

Budhi mengungkapkan, penyegelan yang telah dilakukannya mengacu pada pasal 105 ayat 1 Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang bangunan dan gedung. Sedangkan, pembangunan yang dilakukan oleh pemohon selama mendirikan belum menyelesaikan dua dokumen perizinan hingga sementara pekerjaannya dihentikan.

"Kedua bangunan ini berlokasi di Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari dan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum. Namun, di lokasi kita tidak bertemu penanggungjawab tetapi hanya menemukan para pekerja saja selama itu mewakili proses penyegelan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Tasikmalaya Muslim mengatakan, meminta instansi pemerintah harus tertib mengurus izin terutama aktivitas pembangunan sarana bagi masyarakat dan kejadian tersebut seharusnya menjadi contoh terutama jangan mendirikan bangunan tanpa proses izin terlebih dulu tapi semua itu harus dievaluasi berkaitan dengan dan perizinan.

"Penegakan sudah semestinya tidak memilih dan memilah bangunan dimiliki pemerintah, ketika terjadi persoalan apalagi legalitas harus disikapi secara tegas seperti yang selama itu pernah terjadi pada tahun 2017 menindak dua pembangunan pemerintah terutama lembaga pendidikan dan vertikal, dan dua lagi di tahun selanjutnya sama lembaga pendidikan serta lembaga kesehatan tapi di tahun ini kembali lagi dua puskesmas," paparnya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT