08 November 2019, 17:52 WIB

Bea Cukai Tasikmalaya Fasilitasi Ekspor Perdana Cocopeat Block


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa/Bea Cukai
 Istimewa/Bea Cukai
 Bea Cukai Tasikmalaya hadiri penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan ekonomi daerah di Koperasi Produsen Mitra Kelapa Pangandaran.

PRESIDEN Republik Indonesia Joko Widodo menginginkan agar pemerintah dapat bekerja sama dengan pelaku usaha untuk dapat menghadapi gejolak ekonomi global, salah satunya dengan meningkatkan investasi dan ekspor yang merupakan kunci dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi.

Sebagai langkah nyata dalam mewujudkan arahan Presiden Jokowi tersebut, pada Jumat (01/11), Bea Cukai Tasikmalaya hadiri penandatanganan kesepakatan bersama pengembangan ekonomi daerah yang bertempat di Koperasi Produsen Mitra Kelapa Pangandaran.

Hal tersebut juga menandai dukungan Bea Cukai Tasikmalaya dalam memberikan pelayanan ekspor perdana cocopeat block dari Koperasi Produsen Mitra Kelapa Pangandaran ke Jepang.

Cocopeat block atau serbuk sabut kelapa merupakan serbuk sisa pengolahan penguraian sabut kelapa yang dicetak berbentuk kubus. Cocopeat block ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi dan sering dimanfaatkan oleh perusahaan pembuat karbon baterai atau juga sebagai media tanam," ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Tasikmalaya, Noviandi.

"Pengguna terbesar produk ini adalah Korea Selatan, selain itu pasar China dan Jepang juga sangat menjanjikan. Terbukti hari ini Koperasi Produsen Mitra Kelapa Pangandaran melaksanakan ekspor perdana ke Jepang, tepatnya Yokohama dan Nagoya,” kata Noviandi.

Ia juga menyatakan bahwa Bea Cukai telah menyediakan berbagai fasilitas fiskal guna mendukung kemudahan dan peningkatan ekspor. Beberapa fasilitas tersebut di antaranya adalah kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) dan KITE industri kecil dan menengah (IKM), kawasan berikat (KB), pusat logistik berikat, dan gudang berikat. 

“Tidak hanya menyediakan fasilitas fiskal, untuk semakin mendorong terciptanya peningkatan ekspor kami juga terus meningkatkan layanan kemudahan berusaha dengan cara melakukan simplifikasi persyaratan untuk mendapatkan fasilitas KB dan KITE serta memperoleh nomor pokok pengusaha barang kena cukai, dan dalam melakukan registrasi kepabeanan Bea Cukai juga telah menggagas perizinan online terintegrasi dengan sistem online single submission (OSS) yang tentunya akan meningkatkan efisiensi waktu dan biaya bagi para pelaku usaha,” papar Noviandi.

Upaya ini, menurut Noviandi, merupakan salah satu langkah pemerintah agar ke depannya para pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah melalui Bea Cukai agar ekspor nasional peningkatan ekspor nasional dapat terwujud. (OL-09)

BERITA TERKAIT