08 November 2019, 14:10 WIB

Pematangsiantar Sudah Saatnya Terapkan e-Budgeting


Apul Iskandar | Nusantara

MI/Apul Iskandar
 MI/Apul Iskandar
Alpeda Sinaga calon Walikota Pematangsiantar menyampaikan visi misi di sekretariat  Partai Nasdem Pematangsiantar, Jumat (8/11/2019).

DENGAN memakai pakaian adat Simalungun, Alpeda Sinaga, calon Walikota Pematangsiantar menyampaikan visi misi di sekretariat  Partai Nasdem Pematangsiantar, Jumat (8/11/2019).

Acara visi misi dihadiri Ketua Badan Pemanangan Pemilihan Umum (Bapilu) DPW NasDem Sumut, Salman Ginting, Ketua Bapilu DPD  NasDem  Pematangsiantar Franki Boy Saragih, Ketua DPD Nasdem Pematangsiantar  Frans Herbert Siahaan, Tonggam Pangaribuan, Jani Apohan Saragih serta pengurus teras NasDem  Pematangsiantar.

Alpeda Sinaga  yang berprofesi sebagai pengusaha menyebutkan  strategi  untuk menjadikan Kota Pematangsiantar disebutnya  dengan  PINTAR, yaitu  Pendidikan, Investasi, Nyaman, Toleran, Aman dan Ramah. Alpeda menegaskan keterbukaan informasi publik adalah hak masyarakat yang dijamin dan dilindungi oleh undang-undang. Selama ini akses informasi sangat tertutup rapat.

"Ke depan pemerintah harus membangun sistem e-budgeting, e-administration,e-information agar masyarakat mengetahui dan ikut terlibat mengawasi pelaksanaan kebijakan dan program pembangunan,"  sebutnya.

Ia menambahkan kondisi layanan publik merupakan salah satu indikator maju atau tidaknya, baik atau tidaknya sebuah kota. Layanan publik harus dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, kearifan lokal, berwawasan lingkungan dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

Layanan publik harus dibangun dengan mengedepankan kenyamanan seperti keamanan, kebersihan, kelancaran. Menurutnya layanan publik yang terkait dengan layanan administrasi harus didukung oleh sarana dan prasarana yang berbasis teknologi dengan menggunakan aplikasi.

baca juga: Iperindo Desak Pemerintah Realisasikan Insentif Industri Maritim

"Layanan publik juga harus ramah terhadap kaum difabel (penyandang cacat). Indikator akhirnya adalah tingkat kepuasan publik  yang tinggi," jelasnya.

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pematangsiantar, Alpeda menilai perlu inovasi dan terobosan dengan memanfaatkan potensi Kota Pematangsiantar. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT