08 November 2019, 13:25 WIB

Dalih Pemekaran Tangkis Siluman


Halim Agil/X-4 | Nusantara

ANTARA/JOJON
 ANTARA/JOJON
Darmayanti bersama anaknya belum pernah mendapatkan bantuan dari dana desa, warga Desa Andobeu Jaya, Anggomoare, Sulawesi Tenggara

PULUHAN kepala desa di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, bolak-balik diperiksa polda setempat terkait dugaan desa fiktif yang menerima aliran dana desa. Total kepala desa yang diperiksa sebanyak 57 orang.

Pemeriksaan dilakukan setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di depan anggota Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (4/11), mengungkapkan sebanyak 56 desa fiktif di daerah itu menerima dana desa.

Camat Lambuya, Kabupaten Konawe, Jasmin, mengakui ada satu desa di wilayahnya yang fiktif, yakni Desa Ulumeraka. Desa ini dulu berada di Kecamatan Lambuya. Namun, setelah dimekarkan menjadi Kecamatan Onembutte, Desa Ulumeraka berada di Kecamatan Onembutte. "Sudah tidak lagi berada di Kecamatan Lambuya," kata Jasmin, kemarin.

Desa Ulumeraka yang berada di Onembutte memiliki warga dan perangkat desa. Namun, Desa Ulumeraka yang ada di Kecamatan Lambuya sudah tidak ada lagi. Alhasil, Desa Ulumeraka di Kecamatan Lambuya fiktif.

Jasmin mengaku belum mengetahui bila Desa Ulumereka yang berada di Kecamatan lambuya mendapat kucuran dana desa. "Sampai saat ini belum ada dana desa di Desa Ulumereka yang fiktif di Kecamatan Lambuya," ungkapnya.

Selain Desa Ulumereka yang fiktif di Kecamatan Lambuya, ada dua desa fiktif di Kecamatan Uepay, yakni Desa Upepay dan Desa Morehe. Desa Uepay saat ini dimekarkan menjadi Kelurahan Uepay, sedangkan Desa Uepay sudah tidak ada dan masih tercatat di Kementerian Desa, yakni Desa Uepay, sementara Desa Morehe yang berada di Kecamatan Uepay tidak memiliki masyarakat karena masyarakat rela pindah di desa lain.

Akibat terbongkarnya kasus desa fiktif di Kabupaten Konawe, kantor Bupati Konawe, kemarin, terlihat sepi. Ruangan kerja Bupati Konawe Kerry Saiful Konggoasa di lantai dua terlihat tertutup. Pintu kantor digembok dan tidak ada aktivitas apa pun di kantor Bupati Konawe. Selain ruangan kerja Bupati Konawe, ruangan Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara juga terkunci.

Menurut staf Kantor Bupati Konawe, Bupati Kerry Saiful Konggoasa akhir-akhir ini tidak pernah berkantor. Staf kantor Bupati Konawe tidak mengetahui keberadaan sang Bupati.

Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi Humas Polda Sultra Komisaris Dolfi Kumase mengatakan sudah 57 saksi diperiksa penyidik Reskrim Khusus Polda Sultra. Ke-57 saksi merupakan kepala desa di Kabupaten Konawe. Namun, Polda Sultra belum pernah memeriksa Bupati Konawe dan para pejabat Konawe yang diduga terkait dana desa fiktif di kabupaten itu.

Meskipun memeriksa 57 saksi, Polda Sultra belum menetapkan tersangka kasus dana desa fiktif. Menurut Dolfi, pihaknya masih menunggu hasil audit dari BPKP dan bukti fisik konstruksi. (Halim Agil/X-4)

BERITA TERKAIT