09 November 2019, 07:00 WIB

Provokasi Pep Guardiola


Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo | Sepak Bola

Seno
 Seno
Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo 

TIDAK biasanya Pep Guardiola melancarkan perang urat syaraf. Provokasi biasanya merupakan trade mark pelatih Jose Mourinho. Namun menjelang pertandingan antarjuara melawan Liverpool di Anfield Minggu malam besok, Pelatih Manchester City keluar dari kebiasaannya.

Orang yang menjadi sasaran tembak Pep adalah Sadio Mane. Penyerang asal Senegal itu disebut Pep sebagai “tukang diving”. “Tiga kali ia melakukan tindakan yang menurut saya diving. Saat bertemu Leicester City dan Tottenham Hotspur bahkan diving yang ia lakukan membuat wasit memberikan hadiah penalti untuk Liverpool,” kata Pep.

Tuduhan Pep membuat kubu The Reds bereaksi. Pelatih Juergen Klopp menyebut pernyataan Pep sebagai sesuatu yang tidak pantas, sebab Mane tidak pernah melakukan tindakan berpura-pura. Apa yang dilakukan Mane merupakan sesuatu yang wajar dalam permainan sepak bola.

Mane sendiri tidak terlalu peduli dengan ucapan pelatih City itu. Ia mengaku akan bermain dengan ciri permainannya selama ini. Ia tidak akan pernah mengubah gaya permainan karena tidak pernah ia mencoba untuk mencari keuntungan yang tidak pantas. “Kalau memang saya harus melakukan ‘diving’, saya pasti akan melakukan lagi karena  saya tidak melakukan diving,” tegas Mane.

Pep sendiri menyadari pernyataannya telah memancing penilaian negatif kepada dirinya. Seakan Pep sedang frustasi sehingga kehilangan kepercayaan dirinya dan melontarkan tuduhan kepada pemain lain. “Saya kira sudah cukup, saya tidak mau lagi menyiramkan bensin ke api,” tutur Pelatih asal Spanyol itu.

Hasil Imbang 1-1 melawan Atalanta pada penyisihan Liga Champions Rabu malam lalu menunjukkan performa City yang sedang menurun. Apalagi pada pertandingan tersebut City harus menerima ganjaran kartu merah bagi tindakan Kiper Claudio Bravo menjatuhkan penyerang Atalanta Josip Ilicic.

Pep yang memasukkan Bravo untuk menggantikan Ederson yang cedera otot, harus bermain tanpa kiper yang sesungguhnya. Ia akhirnya memasukkan bek kanan Kyle Walker untuk menggantikan Riyad Mahrez agar bisa menjadi kiper pengganti selama sembilan menit waktu yang tersisa.

Tidak konsisten

City sebenarnya masih merupakan tim yang bertaji. Pep memiliki banyak materi pemain yang bisa diturunkan untuk meraih kemenangan. Rabu lalu, ia sengaja membangkucadangkan center-back John Stoke dan penyerang Sergio Aguero untuk persiapan menghadapi Liverpool.

Bagi City pertandingan di Anfield nanti merupakan pertandingan penting yang harus mereka menangkan. Hanya dengan itulah anak asuh Pep masih bisa menjaga harapannya untuk bisa membuat hat-trick juara di Liga Premier dan mengejar ketertinggalan enam poin dari Liverpool.

Tantangan terbesar yang dihadapi City adalah diri mereka sendiri. City sering tidak konsisten dalam bermain. Akibatnya dua kali mereka menelan kekalahan di Liga Premier. Bahkan kewajiban menang di Liga Champions untuk memastikan lolos ke-16 besar tertunda karena gagal mengulangi kemenangan 4-1 dari Atalanta seperti di pertandingan pertama.

Minggu nanti City harus menampilkan permainan terbaiknya. Aguero pantas diberi kepercayaan penuh untuk menjadi ujung tombak. Dengan Raheem Sterling yang sudah mencetak 18 gol bagi City serta Mahrez yang bermain dari sayap kanan, City mempunyai trio ujung tombak yang tidak kalah tajam dari trio “Tim Merah”, Mane-Roberto Firmino-Mohamed Salah.

Pertarungan di lapangan tengah akan sangat menarik karena Kevin de Bruyne, Fernandinho, dan Bernardo Silva akan menghadapi trio Liverpool yang sangat solid Georginio Wijnaldum, Fabinho, dan kapten Jordan Henderson. Fernandinho merupakan pilihan terbaik Pep untuk didorong di tengah agar bisa mengimbangi Fabinho yang sama-sama berasal dari Brasil. Sementara Bernardo Silva dibutuhkan untuk menggantikan peran David Silva yang kemungkinan belum pulih dari cedera ya.

Wijnaldum merupakan pemain kunci yang akan menjadi penentu kemenangan. Gelandang asal Belanda ini sedang berada pada puncak penampilannya. Ia selalu mencetak gol baik bagi Tim Oranye maupun Tim Merah. Terakhir Wijnaldum menyumbangkan satu gol kemenangan Liverpool saat menghempaskan Genk, Belgia di Liga Champions.

Di barisan belakang, Liverpool mempunyai empat pemain belakang yang lebih solid. Jan Gomez semakin padu untuk mendampingi center-back terbaik dunia Virgil van Dijk. Dua bek sayap Liverpool Andy Robertson dan Trent Alexander-Arnold sangat aktif dalam bertahan maupun menyerang. Keempat pemain belakang ini menjadi jaminan bagi Kiper Alisson Becker untuk mengamankan gawangnya.

Sebaliknya City sering kecolongan oleh serangan dari sayap. Gol balasan Atalanta tercipta karena aksi mengoyak pertahanan sayap City. Walker dan Benjamin Mendy harus bekerja keras untuk menutup gerakan Mane maupun Salah.

Dua center-back Stoke dan Nicolas Otamendi harus juga waspada mengantisipasi serangan cepat satu-dua yang dilakukan para pemain Liverpool. Serangan dari jantung pertahanan akan membuat Kiper Bravo langsung berhadapan dengan pemain seperti Firmino yang tidak pernah mengenal ampun.

Pelatih legendaris Manchester United Alex Ferguson pernah mengingatkan: “Serangan akan membuat kita memenangkan pertandingan, pertahanan akan memenangkan gelar.” Besok malam baik Liverpool maupun City tinggal mau memilih jalan yang mana?

Der Klassiker

Minggu ini sepertinya menjadi hari yang penuh dengan pertandingan besar. Di Bundesliga juga akan saling bertemu dua musuh besar Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund. Seperti pertemuan Liverpool dan City, pertandingan di Allianz Arena, Muenchen akan penuh dengan emosi.

Bayern tidak punya pilihan lain kecuali menang karena pekan lalu untuk pertama kalinya dipermalukan Eintracht Frankfurt 1-5. Sang juara bertahan langsung memecat pelatih Niko Kovak karena belum pernah Bayern kalah dan kebobolan sampai lima gol.

Pelatih sementara Hans-Dieter Flick mempunyai pekerjaan rumah yang sangat berat. Ia bukan hanya harus mengembalikan nama besar Bayern, tetapi membangun tim yang sedang terkoyak. Belum lagi ia harus kehilangan center-back Nicklas Sule dan Lucas Hernandez yang mengalami cedera.  Pemain kawakan Jerome Boateng yang menjadi pilihan terakhir juga harus absen dua pertandingan setelah mendapatkan kartu merah saat menghadapi Frankfurt.

Flick ditantang membuat keputusan berani menurunkan pemain muda, Lukas Mai. Tetapi dengan tensi yang begitu tinggi, mantan asisten pelatih nasional Joachim Loew akan memilih menempatkan Javi Martinez bermain di jantung pertahanan. Seperti saat menghadapi Olympiakos di Liga Champions, bek kiri David Alaba juga ditarik ke tengah untuk berpasangan dengan Martinez. Posisi bek kiri kemungkinan diisi pemain asal Prancis Benjamin Pavard, sedangkan di kanan ditempati pemain asal Kanada, Alphonso Davies.

Pertahanan sayap Bayern perlu waspada karena Dortmund memiliki dua penyerang sayap Thorgan Hazard dan Julian Brandt yang memiliki kecepatan. Apalagi kalau penyerang muda Inggris, Jadon Sancho sudah pulih dari cedera. Flick membutuhkan dua gelandang Joshua Kimmich dan Leon Goretzka atau Corentin Tolisso untuk menahan gempuran pemain Dortmund.

Untuk menopang ujung tombak Robert Lewandowski menjaga performa mencetak gol dalam setiap pertandingan di Bundesliga, harapan tertumpu kepada gelandang asal Portugal Philippe Coutinho. Dengan pola 4-2-3-1, dukungan dua pemain muda Kingsley Koman dan Serge Gnabry menjadi kunci untuk bisa mengimbangi trio gelandang Dortmund Axel Wiesel, Achraf Hakimi dan pemain yang tidak mengenal kompromi Raphael Guerreiro.

Tugas Bayern untuk merebut angka penuh memang tidak mudah karena Dortmund dalam grafik permainan yang menanjak. Kembalinya Mats Hummel dari Bayern ke Dortmund membuat pertahanan BVB sangat kukuh. Apalagi ia mendapat pendamping pemain muda Manuel Akanji yang 77% selalu bisa memenangi perebutan bola di bawah.

Cederanya kapten Marco Reus, Paco Alcacer, dan Sancho merupakan pukulan bagi Dortmund. Namun Pelatih Lucien Favre masih memiliki kartu as, bintang Piala Dunia 2014 yang mulai bersinar kembali, Mario Goetze. BVB sudah membuktikan dengan mengalahkan pimpinan klasemen Borussia Moenchengladbach 1-0 dan  mengempaskan Wolfsburg 3-0 pekan lalu.

Der Klassiker merupakan pertandingan penuh gengsi yang membuat kedua tim akan tampil tidak seperti biasanya. Ibaratnya mereka boleh kalah di pertandingan lain, tetapi tidak Minggu malam ini.

BERITA TERKAIT