08 November 2019, 11:49 WIB

Lepas Ketergantungan dari Tambang, Kalsel Jagokan Dua Festival


Mohamad Farhan Zhuhri | Nusantara

Mi/Denny Saputra
 Mi/Denny Saputra
Festival Loksado direncanakan akan digelar AgustusĀ 2020.

Tahun depan, liburan ke Borneo Yuk! Mari mengeksplorasi pesona hutan dan hewan-hewan nan eksotis, harmoni kultur Dayak dan Banjar serta 32 acara wisata yang digelar sepanjang 2020 di Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Karena, sebutan Borneo itu paling relevan dengan Kalsel. Kondisi alam dan budaya kami autentik dan masih terjaga dengan baik. Bukti bahwa Kalsel layak dijadikan destinasi adalah dua dari 32 agenda wisata calendar of event (CoE) Kalsel 2020 lolos dalam kurasi CoE nasional yaitu Festival Loksado dan Pesona Adat Dayak Meratus," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Dahnial Kifli dalam peluncuran CoE Kalsel 2020 di area car free day kawasan Sudirman, Minggu (3/11).

Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan menyatakan, tema Legend of Borneo pada CoE yang disandingkan dengan kampanye Visit Kalsel 2020 itu diharapkan akan melepaskan ketergantungan ekonomi wilayahnya pada pada hasil tambang dan beralih kepada bidang pariwisata. “ Kami ingin Kalsel menjadi destinasi wisata nasional, “ ujar Rudy.

Inilah dua festival yang lolos dinilai oleh tim Kementrian Pariwisata:

Festival Loksado
Festival ini direncanakan akan digelar Agustus 2020. Agendanya, mengajak para pelancong melakukan perjalanan menuju Air Terjun Rampah Menjangan di pagi hari dan siangnya, menyaksikan tarian Dayak, kurung-kurung dan bakanjar serta berbelanja kerajinan tangan seperti anyaman bakul, butah hingga gelang simpai.

Istimewanya, perjalanan menuju air terjun menggunakan balanting paring  atau rakit bambu, selama dua hingga tiga jam. Sepanjang menyusuri sungai, pelancoing bisa menikmati eksotisme hutan Borneo. dan lain-lain,” kata Zakir.

Di sesi makan bersama, nikmati nasi humbal yang dimasak memakai bambu, juga lauk pauknya yang dimasukkan dalam ruas batang bambu. Pelancong bisa mendaftar untuk mendapatkan kaos, kepersertaan dalam rakit bambu serta mengikuti makan bersama.

Festival Loksado  diharapkan juga akan melestarikan budaya berakit bambu alias balanting paring yang mulai ditinggalkan, seiring terbukanya akses transportasi darat. Sebelum wilayah Kalsel terhubung baik dengan jalanan darat beraspal, masyarakat menggunakan rakit untuk membawa hasil bumi menggunakan rakit.

Pesona Adat Dayak Meratus
Festival ini mengajak pelancong berkenalan dan memahami makna aneka budaya Dayak. Tahun-tahun sebelumnya, rangkaian acara diselenggarakan Maret. Masyarakat akan memamerkan keterampilannya menyumpit, bermain gasing atau bagasing, permainan dengan tempurung kelapa atau balugu, egrang atau kenjee, kakuyaan atau bersenandung hingga aneka tarian.

Tak kalah menarik, praktik pengobatan tradisional yang sarat ritual dan melibatkan aneka rempah kekayaan alam, bersepeda dengan rute mengunjungi desa-desa serta memotret.Festival di Kecamatan Halong ini akan memberikan gambaran tentang kekayaan adat, budaya, wisata alam, dan kehangatan warga Dayak.(X-16)

BERITA TERKAIT