08 November 2019, 09:44 WIB

Hubungan Garuda dan Sriwijaya Sebatas Business to Business


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

Antara
 Antara
Garuda Indonesia menegaskan maskapainya bekerja sama dengan Sriwijaya Air untuk urusan bisnis.

VICE President Coorporate Secretary PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Ikhsan Rosan menyebutkan, hubungan Garuda dengan PT Sriwijaya Air hanya sebatas business to business. Sedangkan urusan Lessor (perusahaan penyewaan pesawat) sepenuhnya menjadi tanggung jawab Sriwijaya.

Dalam keterangan resminya yang diterima Media Indonesia, Jumat (8/11/2019), Ikhsan menuturkan pihaknya kini tengah bernegosiasi dengan pemegang saham Sriwijaya ihwal penyelesaian kewajiban dan utang kepada perusahaan BUMN seperti BNI, Pertamina, GMF serta Gapura Angkasa.

"Awal masuknya Garuda Indonesia Group dalam kerja sama manajemen dengan Sriwijaya adalah dalam rangka mengamankan aset dan piutang negara pada Sriwijaya Group," terang Ikhsan.

Ia mengharapkan agar Sriwijaya memiliki itikad baik untuk menuntaskan utangnya kepada perusahaan milik negara tersebut. Perselisihan antara Garuda dan Sriwijaya terjadi bukan kali pertama. Sebelumnya, pada September lalu, Garuda Indonesia Group memutuskan untuk mencabut logo perseroan dari seluruh armada Sriwijaya Air. Langkah tersebut dilakukan menyusul sikap Sriwijaya yang dianggap tidak lagi konsisten dalam menerapkan standar pelayanan kepada para penumpang.

baca juga: Pertamina Tekan Laju Penurunan Produksi

Terlebih, setelah munculnya perselisihan terkait kerja sama manajemen (KSM) yang terjadi antara kedua belah pihak. Namun, beberapa waktu kemudian, mereka kembali akur dan melanjutkan kerja sama manajemen. Lebih lanjut, ditegaskan oleh Ikhsan, masa transisi direksi Sriwijaya yang disepakati telah berakhir pada 31 Oktober 2019. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT