08 November 2019, 08:22 WIB

Indonesia Bisa Kuasai Pasar Ikan di Meksiko


Eko Rahmawanto | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Pertemuan Kadin Meksiko dengan DPD RI yang dipimpin oleh Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, Kamis (7/11/2019).

PELUANG bisnis di bidang perikanan, transportasi laut dan rempah-rempah di Meksiko bisa digarap oleh pelaku usaha dari Indonesia. Kesimpulan itu dikemukakan delegasi DPD RI saat berkunjung ke Meksiko dalam acara pertemuan pimpinan parlemen negara-negara MIKTA di Meksiko, Kamis (7/11/2019). Para delegasi DPD RI yang hadir di Meksiko adalah Ketua DPD RI AA Lanyalla Mahmud Mattalitti, Wakil Ketua DPD RI Senator Sultan Baktiar Najamudin dan Wakil Ketua Badan Kerjasama Parlemen Richard Hamonangan Pasaribu.

Mereka telah mengadakan pertemuan dengan Ketua Kadin Meksiko untuk ASEAN, Michel Santibanez serta Wakil Ketua Umum Kadin Meksiko, Jorge Lopez Morton, Rabu pagi (6/11). Dari pertemuan itu, mereka mendapat banyak informasi tentang peluang-peluang usaha yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku bisnis di Tanah Air.

Wakil Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menjelaskan kepada pimpinan Kadin Meksiko bahwa lebih dari 500 kabupaten/kota di Indonesia terdapat banyak peluang usaha yang dapat digarap oleh pengusaha Meksiko. Kedua pihak dapat bekerja sama secara lebih luas lagi, baik dalam skala besar, sedang, maupun kecil.

"Sektor ekonomi kreatif sedang berkembang dengan sangat pesat di Indonesia. Sehingga memudahkan terjadinya interaksi secara lebih cepat dan lebih luas dengan mitra-mitra dari luar," kata Wakil Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin dalam keterangan resmi diterima Media Indonesia, Jumat (8/11/2019).

Namun kendala terbesar dalam perdagangan bilateral adalah bahwa pelaku usaha di kedua negara tidak saling mengetahui tentang potensi dan peluang-peluang yang ada.

"Karena itu kita perlu mengidentifikasi lahan-lahan baru untuk bisa bekerja sama secara lebih massif lagi. Mulai dari investasi sampai perdagangan," ujar Sultan Baktiar.

Menanggapi pernyataan itu, Jorge Lopez Morton mengatakan bahwa saat ini yang dipikirkan oleh Kadin Meksiko adalah bagaimana caranya agar para pengusaha bisa berdagang tanpa harus bepergian. Ia mengusulkan agar diadakan semacam forum teleconference secara rutin yang melibatkan pelaku usaha dari kedua negara.

"Mungkin pada awalnya masing-masing pihak hadirkan 30 pengusaha secara live di layar untuk berinteraksi," usul Jorge Lopez Morton.

Kepada delegasi DPD RI yang didampingi Duta Besar RI untuk Meksiko Cheppy T. Wartono itu, pimpinan Kadin Meksiko menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk meningkatkan ekspornya ke Meksiko. Khususnya untuk berbagai jenis ikan laut dan ikan air tawar. Sebab setiap tahun Meksiko menghabiskan miliaran dollar untuk mengimpor ikan tetapi konsumsi dalam negerinya terus meningkat dan melebihi pasokan.

"Kami masih membutuhkan lebih banyak lagi ikan air tawar dan ikan laut. Pasarnya sangat besar di sini. Dan Anda akan heran melihat keuntungannya karena kami menghabiskan miliaran dolar setiap tahun untuk membeli ikan," ungkap Jorge Lopez Morton.

"Bahkan permintaan akan ikan mujair dan ikan air tawar lainnya sangat besar di negeri kami, tetapi pasokannya tidak cukup," imbuhnya.

Untuk ikan mujair saja setiap tahun negara ini membutuhkan sekurang-kurangnya 50.000 ton, belum lagi ikan air tawar dan ikan laut lainnya. Termasuk permintaan ikan tuna sangatlah besar tetapi pasokan masih minim. Indonesia memiliki peluang untuk menguasai pasar Meksiko di sektor perikanan. Bahkan negara ini bahkan tidak memiliki perusahaan ekspedisi muatan kapal laut.

"Kami tidak punya kapal. Pernah ada satu kapal feri untuk angkut penumpang tetapi sudah rusak. Kini hanya ada satu kapal feri untuk angkut barang tetapi itu terlalu kecil. Akibatnya kami tidak bisa berdagang melalui laut," kata Jorge.

Michel Santibanez menambahkan bahwa Meksiko sangat membutuhkan fasilitas transportasi laut semacam ini untuk menunjang perekonomiannya.

"Dan kami bisa menyediakan mitra lokal bila ada pengusaha Indonesia yang mau masuk ke sini."

Menanggapi hal itu, Dubes Cheppy menjelaskan bahwa Kadin Indonesia Komite Meksiko akan segera menunjuk ketuanya yang akan berkunjung ke Meksiko sekitar akhir November untuk menjalin kerja sama yang lebih erat lagi. Cheppy mengaku sudah merencanakan untuk mengadakan pameran Indonesia di Meksiko pada 2020. Tujuannya untuk mempromosikan keunggulan dan peluang sektor pariwisata, investasi, budaya dan perdagangan Indonesia di Meksiko.

baca juga: Eksplorasi Kunci Tingkatkan Ketahanan Energi

Selain membutuhkan produk perikanan dan fasilitas muatan kapal laut dari Indonesia, Meksiko juga membutuhkan berbagai jenis bumbu masak dan rempah-rempah lainnya dari Indonesia untuk memasok industri kuliner dan industri kosmetika. Selama ini Meksiko mengimpor rempah-rempah dari Amerika Serikat, namun sekarang  Meksiko melakukan diversifikasi.

"Sebab industri aromatik di sini sangat besar dan membutuhkan suplai bahan baku dalam jumlah sangat besar pula," kata Jorge. (OL-3)

 

 

 

BERITA TERKAIT