07 November 2019, 23:43 WIB

Tanoto Foundation Gelar Unjuk Karya dan Inovasi Siswa di Kukar


mediaindonesia.com | Nusantara

Dok. tanoto Foundation
 Dok. tanoto Foundation
unjuk Karya Program PINTAR di Kukar

SEBANYAK 25 SD, MI serta SMP dan MTs di Kabupaten Kutai Kartanegara ( Kukar) , Kalimantan Timur menyemarakan showcase atau Unjuk Karya Praktik Baik Program PINTAR atau Pengembangan Inovasi Untuk Kualitas Pembelajaran.

Gelaran kerja sama Tanoto Foundation dan Pemerintah Kabupaten Kukar berlangsung  itu berlangsung (7/11) di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kamis (7/11)/

Pada kegiatan ini sekolah dan madrasah menampilkan puluhan hasil karya siswa yang dikembangkan dalam pembelajaran.

CEO Global Tanoto Foundation Satrio Tanudjojo mengatakan, Unjuk Karya Praktik Baik Program PINTAR merupakan bagian dari siklus pelatihan dan pendampingan kepada sekolah dan madrasah mitra dalam menerapkan pembelajaran aktif,  budaya baca, dan manajemen berbasis sekolah.

"Tanoto Foundation dan Pemerintah Kabupaten Kukar akan terus bekerja sama untuk menyebarluaskan Program PINTAR ke lebih banyak sekolah dan madrasah guna meningkatkan kualitas pendidikan. Kami percaya pendidikan yang berkualitas dapat mempercepat kesetaraan peluang," kata Satrio  melalui keterangan tertulis yang diterima hari ini.

Baca juga : Kolaborasi Riset Indonesia-Belanda Diadakan Juni 2020

Setelah setahun berjalannya Program PINTAR, sekolah dan madrasah yang telah dilatih dan didampingi telah memiliki banyak praktik baik dalam pembelajaran, manajemen berbasis sekolah dan budaya baca.

"Praktik baik ini perlu disebarluaskan kepada lebih banyak sekolah dan madrasah di Kutai Kartanegara," terang Satrio.

Setelah setahun pelaksanaan Program PINTAR, lebih dari 1200 guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas sekolah dilatih dalam menerapkan pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah, melibatkan peran serta masyarakat, dan mengembangkan budaya baca.

Bupati Kukar Edi Damansyah mengapresiasi kepedulian Tanoto Foundation yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kemenag Kabupaten Kukar dalam meningkatkan mutu sekolah dan madrasah.

"Alhamdulillah, kita melihat sendiri perubahan nyata sudah terjadi di sekolah dan madrasah. Siswa tampil tampil percaya diri mempresentasikan hasil belajarnya. Inilah citra dari anak-anak Kutai Kartanegara yang cerdas, sehat, kreatif, dan percaya diri," kata Edi.

Menurut bupati, Program PINTAR adalah bagian dari kebutuhan sekolah. Praktik baik ini akan  disebarkan ke sekolah dan madrasah yang belum mendapatkan pelatihan dari Program PINTAR.

"Kemajuan Kukar bukan terletak pada sumber daya alamnya tapi ada pada sumber daya manusianya. Karena itu, perluasan program peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa ditawar lagi di Kutai Kartanegara," tandasnya.

Kepala Seksi Peningkatan Kompetensi dan Kualitas Guru SD Ditjen GTK Kemendikbud Romi Siswanto juga mengapresiasi kemampuan presentasi siswa pada showcase tersebut.

Baca juga : Inovasi Simanis Berbasis Ramah Perempuan Solusi Ibu Rumah Tangga

"Saya melihat sendiri siswa kelas 4 SD bisa menceritakan kembali praktik pembelajaran di kelas. Hal ini yang masih jarang kita lihat terjadi pada siswa. Program PINTAR tanoto Foundation sangat relevan dan mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan," katanya.

Pada unjuk karya tersebut, tiga siswa SDN 012 Tenggarong mendemontrasikan pengaruh gaya gravitasi pada benda padat yang mereka pelajari di kelas. Mereka mengajak Bupati Kukar Edi Damansyah dan CEO Global Tanoto Foundation Satrio Tanudjojo, melakukan percobaan bersama dengan tiga buah jeruk yang diberi perlakuan berbeda.

Jeruk yang masih utuh dengan kulitnya, yang dikupas kulitnya, dan yang sebagian kulitnya  dikupas, dimasukkan dalam tabung berisi air.

Hasilnya jeruk yang masih utuh dengan kulitnya ketika dimasukkan dalam air, jeruknya mengapung. Sedangkan kedua jeruk lainnya tenggelam. Hal ini membuktikan zat benda mempengaruhi gaya gravitasi.

"Jeruk yang tidak dikupas kulitnya dapat mengapung karena pori-pori kulit jeruk berisi udara yang membuatnya mengapung. Ini yang disebut adanya gaya tolak gravitasi," kata Haviez Al Azam salah satu siswa yang presentasi. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT