08 November 2019, 04:10 WIB

Era Digital Ubah Pola Pendidikan PAUD


(Aiw/H-1) | Humaniora

MI/M Taufan SP Bustan
 MI/M Taufan SP Bustan
 Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Harris Iskandar 

DIBUTUHKAN strategi ataupun cara khusus untuk mendidik anak di era digital seperti saat ini. Anak-anak di era digital memiliki karakter maupun selera yang berbeda dibanding era sebelumnya.

Menurut Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar anak masa kini yang biasa disebut anak milenial sering digambarkan memiliki karakter yang susah diatur, sulit fokus, dan agak narsis.

"Kondisi tersebut memerlukan berbagai tips dan strategi dalam pola pengasuh-an anak. Orangtua perlu meng-update berbagi informasi dan belajar bagaimana mengasuh dan mengembangkan anak di era digital," kata Harris dalam acara Apresiasi dan Anugerah Orangtua Hebat di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (6/11).

Harris mengungkapkan, saat ini terdapat 171 juta pengguna internet di Indonesia atau 76% dari populasi masyarakat. Sebanyak 19,6% pengguna internet screen time-nya melebihi 8 jam per hari. Kondisi tersebut cukup berbahaya bagi anak-anak, apalagi orangtua, yang seharusnya dapat mengendalikan aktivitas anak justru ikut terpapar gadget. "Kita sekarang memasuki era digital divide (ke-senjangan digital) jilid 2, yaitu bukan lagi ketimpangan antara akses dan tidak, tapi antara orangtua yang memberikan izin pada anaknya untuk mengakses internet dengan yang tidak," ungkapnya. (Aiw/H-1)

BERITA TERKAIT