08 November 2019, 02:05 WIB

37 Tewas dalam Serangan di Burkina Faso


MI | Internasional

AFP
 AFP
37 Tewas dalam Serangan di Burkina Faso

PENYERGAPAN terhadap konvoi yang mengangkut karyawan perusahaan tambang Kanada di Burkina Faso menewaskan 37 orang, Rabu (6/11), serangan paling mematikan dalam hampir lima tahun kekerasan oleh kelompok militant di negara Afrika Barat.

Negara Sahel yang miskin dan rentan secara politik ini telah berjuang untuk memadamkan pemberontakan jihadis yang meningkat yang telah merenggut ratusan nyawa sejak awal 2015.

“Individu-individu bersenjata tak dikenal menyergap lima bus yang mengangkut karyawan lokal, kontraktor, dan pemasok perusahaan pertambangan Samafo,” kata Saidou Sanou, Gubernur Est Region.  “Serta 37 warga sipil tewas, 60 lainnya terluka.”

Pemilik tambang Semafo Inc. mengatakan lima bus yang dikawal oleh militer berjarak sekitar 40 kilometer dari tambang emas Boungou di Provinsi Tapoa ketika mereka disergap.

Satu sumber keamanan mengatakan kendaraan militer yang mengawal konvoi itu menabrak alat peledak. “Dua bus yang membawa para pekerja kemudian ditembak,” kata sumber itu kepada AFP tanpa menyebut nama.

Tak lama setelah ledakan awal, sejumlah pria bersenjata melepaskan tembakan. Salah satu sumber mengatakan tampaknya mereka menargetkan bus serta pengawalan militer, yang tidak biasa.

Pemerintah Burkina Faso mengatakan orang-orang bersenjata itu telah melakukan serangan kompleks. Pasukan pertahanan dan keamanan telah melancarkan operasi bantuan dan sedang menyisir di daerah itu.

Itu adalah serangan mematikan ketiga terhadap perusahaan Kanada Semafo, yang mengoperasikan dua tambang di Burkina Faso, dalam 15 bulan.

Pada Desember sebuah kendaraan polisi diserang di jalan yang sama, mengakibatkan lima orang tewas.

Burkina menderita akibat pemberontakan dalam negeri selama tiga tahun terakhir, yang telah diperkuat oleh limpahan kekerasan jihad dan kriminalitas dari tetangga utara Mali yang kacau.

Setelah insiden tahun lalu, perusahaan memperkuat pengawalnya dan memutuskan untuk mengangkut semua karyawan asing dengan helikopter antara tambang Boungou dan Ouagadougou. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT