07 November 2019, 20:11 WIB

Mentan dan Moeldoko Kunjungi Panen Raya di Karawang


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa/Kementan
 Istimewa/Kementan
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko berbicara dengan petani di Karawang, Jawa Barat. 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama dengan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko melakukan panen raya padi varitas super genjah M70D di Karawang, Jawa Barat.

Kehadiran Mentan dan Moeldoko sebagai upaya bersama untuk mendorong temuan-temuan baru di bidang pertanian, yang bisa menjanjikan produktivitas yang semakin meningkat.

Berbeda dengan varietas padi lainnya, varitas M7OD bisa dipanen pada 70-75 hari setelah tanam (HST).

"Di tingkat nasional dengan Pak Moeldoko hari ini, menjadi bagian mendorong berbagai temuan baru dibidang pertanian," ucap Syahrul saat diwawancarai seusai lakukan panen raya di Desa Curug, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (7/11/19).

Syahrul mengungkapkan saat ini hasil pencitraan satelit, daerah Jawa Barat dan daerah jawa lainnya sudah mulai ada hujan, dan panen juga sudah dilakukan. Petani di wilayah ini didorong segera menanam kembali.

"Dan 70 hari ke depan kalau pakai bibit ini kita akan lihat lagi hasil seperti ini. Kita jaga sama-sama stok pangan," ungkapnya.

Syahrul mengaku bangga dan bahagia dalam kunjungan kerja kali ini karena melihat pertanaman padi varitas M70D yang memiliki produktivitas 8-9 ton per hektare.

Varitas M7OD juga memiliki keunggulan waktu tanam yang pendek dengan 70 hari sudah bisa panen setelah ditanam.

"Kita lihat hari ini ada anakan satu rumpun itu bisa sampai 50, saya tidak pernah lihat seperti ini di zaman saya masih di lapangan paling tinggi 29. Ini yang saya hitung langsung tadi. Saya tadinya tidak percaya gitu ternyata setelah dihitung ternyata bukan 48 tapi 52," tutur Syahrul.

Mentan SYL, sapaan akrab Syahrul, juga meminta agar jajarannya fokus membantu wilayah Jawa Barat, khususnya Karawang, dan meminta mampu melakukan tanam padi 3 kali dalam setahun.

"Setiap daerah, setiap Bupati bersama seluruh Muspida dan yang  lainnya turut menjaga ketahanan pangan daerahnya," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Jend (purn) Moeldoko, mengatakan jika varitas M70D sudah diuji bersama dengan tim peneliti di Jawa Timur.

Ternyata hasilnya dengan produksi yang signifikan dari waktu ke waktu yang tadinya produksi 5,5 ton per hektare dapat ditingkatkan sampai diatas 8 ton per hektare.

"Saya meminta pada tim riset agar, anakannya harus banyak, kedua malaynya harus banyak, yang ketiga rasanya enak, yang keempat waktunya harus pendek ini bentuk-bentuk insentifikasi yang kita tuju. Dan ini memakan waktu sekitar 4 tahunan," ucap Moeldoko.

Moeldoko juga mengungkap keunggulan varietas M70D,  berorientasi kepada hasil yang lebih banyak dan tahan hama, serta umur tanam yang lebih pendek menjadi panen 75 HST, jika dibandingkan rata-rata lainnya membutuhkan 110 hari panen setelah tanam.

"Berarti ada penghematan luar biasa. Sudah hemat, waktunya pendek berikutnya hamanya juga cukup tahan, hasilnya sangat bagus dan rasanya enak semuanya terpenuhi," tungkasnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT