06 November 2019, 22:00 WIB

Harta Rusak akibat Pohon Tumbang, Bisa Klaim Rp25 Juta


MI | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Pohon tumbang

MUSIM penghujan telah memasuki wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tak pelak potensi hujan disertai angin kencang pun cukup besar di awal-awal musim hujan ini.

Ancaman adanya pohon tumbang pun cukup tinggi akibat cuaca ekstrem tersebut meski penopangan pohon telah dilakukan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kehutanan DKI pun memberi ganti rugi kepada warga yang harta bendanya rusak ataupun terluka akibat terkena pohon tumbang selama bangunan atau kendaraan tidak memiliki asuransi.

"Iya, bisa dapat ganti rugi selama areanya berada di wi-layah DKI Jakarta," ungkap Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati, kemarin.

Jumlah ganti rugi bervariasi antara Rp25 juta hingga Rp50 juta. Ganti rugi senilai Rp25 juta akan diberikan bagi adanya bangunan ataupun harta benda yang rusak serta bagi warga yang terluka ataupun cacat akibat terkena pohon tumbang. Sementara itu, untuk warga meninggal dunia, akan diberikan Rp50 juta.

Warga yang mengalami kerugian tersebut bisa mengklaim dengan beberapa persyaratan. Untuk warga yang mendapat kerugian itu harus melampirkan salinan KTP dan STNK dan BPKB kendaraan yang rusak. Warga juga harus melampirkan surat keterangan bahwa kendaraan atau bangunan tidak diasuransikan.

Jika yang rusak ialah ba-ngunan, warga diperkenankan melampirkan foto bangunan yang rusak disertai dengan surat keterangan pemeriksaan dari kepolisian setempat. "Warga juga harus melampirkan surat pengantar dari suku dinas kehutanan dan setempat," tuturnya.

Sementara untuk memperoleh klaim bagi warga yang meninggal dunia akibat menjadi korban pohon tumbang, keluarga bisa mewakilkan dengan membuat surat kuasa, surat visum, serta keterangan meninggal dari rumah sakit dan keterangan dari kepolisian.

Sementara di Bekasi, puluh-an pohon tumbang akibat hujan deras disertai angin di Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (6/11).

"Atap rumah kami pun banyak yang berterbangan. Setelah hujan berhenti kami mulai merapikan batang pohon yang berserakan," kata Ade, 30, warga setempat.

Di Depok, angin puting beliung merusak empat SD dan belasan rumah warga. Selain itu, seorang pengemudi taksi dan dua penumpangnya luka akibat tertimpa pohon. Sebuah tower telekomunikasi juga roboh me-nimpa rumah penduduk.

Kepala bidang Sarana Prasarana Dinas Pendidikan Kota Depok Sutarno mengatakan SDN yang rusaknya ringan langsung ditangani pihak sekolah. Adapun SDN yang rusaknya parah diusulkan ke dinas teknis untuk diperbaiki melalui APBD. (Put/Gan/KG/J-1)

BERITA TERKAIT