07 November 2019, 19:45 WIB

Ribuan UMKM di Balikpapan Merambah Pasar Digital


Rudi Agung | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
Pasar digital

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informasi menghelat program UMKM Go Digital di sejumlah Kabupaten/Kota di Indonesia. Salah satunya, Kota Balikpapan.

Khusus di Balikpapan, saat ini, program UMKM Go Digital tengah menyasar para pedagang di pasar tradisional. Jumlah yang disasar mencapai ribuan pelaku UMKM.

Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Balikpapan, Arzedi, menjelaskan, target sasaran pedagang untuk program ini sebanyak 2.000 pedagang. Mereka tersebar di beberapa pasar tradisional Balikpapan.

Untuk bisa menerapkan jalannya program ini, sambung Arzedi, para pedagang telah mendapat bimbingan dari tim Pandu Digital.

"Dari Kominfo ada arahan sekitar 2.000. Saat ini yang sudah berjalan ada 1.218 pedagang. Mereka sudah teraplikasi," ujarnya, Kamis, (7/11).

Dalam merambah dunia marketplace ini, para pedagang bergabung dalam sebuah aplikasi digital ternama. Semisal Lazada, Bukalapak, dan lainnya.

"Para pedagang ini didaftarkan ke aplikasi online itu. Jadi jualannya digital tidak hanya lokal saja, tapi juga nasional," jelasnya.

Sejauh ini, baru para pedagang kering yang bisa mengikuti program ini.

Ia menjelaskan, tim Pandu Digital telah melaksanakan pembimbingan kepada para pedagang di Pasar Inpres Kebun Sayur, Pasar Pandansari, Pasar Sepinggan. Kemudian Pasar Manggar, Pasar Klandasan, dan Pasar Baru.

"Tim relawan Pandu Digital akan terus melakukan pendampingan pedagang di pasar tradisional kita. Saat ini sudah 50% lebih yang bergabung dari targetnya," jelasnya.

Dukungan tak datang hanya dari Dinas Perdagangan. Untuk mendukung program Kementerian Kominfo ini, Dinas Kominfo Balikpapan juga ikut bergerak memantapkan sarana dan prasarana pendukung program.

Kepala Diskominfo Kota Balikpapan, Sutadi, memaparkan, dukungan yang diberikan di antaranya penambahan titik-titik wifi dan sosialisasi. Serta pembimbingan kepada para pedagang melalui tim Pandu Digital.

"Sebenarnya Kominfo Balikpapan sebagai fasilitator saja. Namun ada beberapa sarana yang kita siapkan untuk program kementerian tersebut," ujar Sutadi.

Ia mengatakan, Diskominfo tidak bekerja sendiri. Ada Dinas Perdagangan yang mengatur regulasi program UMKM Go Digital ini.


Baca juga: Pelabuhan Semayang Siap Tunjang Kebutuhan Ibu Kota Baru


"Untuk pedagang dan urusan pasarnya ada di Dinas Perdagangan. Tapi aplikasinya dari Kominfo," paparnya.

Dalam penerapan aplikasi yang dimaksud, nantinya para pedagang akan menerapkan marketplace seperti yang sudah ada. Tidak membuat marketplace khusus.

"Aplikasi marketplace itu seperti yang sudah ada. Jadi mereka tinggal dibimbing oleh tim Pandu Digital dan bisa menerapkannya," jelasnya.

Menyoal bentuk dukungan pemerintah terkait keberadaan coverage signal, Sutadi menegaskan jika saat ini Kota Balikpapan sudah tidak memiliki blank spot. Sehingga aman bagi seluruh signal provider untuk mendukung program ini.

"Blank spot kan kita sudah enggak ada. Hanya jika berada dalam sebuah bangunan sinyal kadang jelek, nah kita atasi dengan pemasangan penguat sinyal nanti pasar-pasarnya," ujarnya.

Salah seorang pedagang di Pasar Klandasan, Yakub, sangat senang bisa bergabung dalam UMKM Go Digital ini. Sebab, kini bisa melakukan penjualan secara online dan offline.

Namun, program ini diharapkan bukan semacam seremonial saja. Yang hanya manis pada saat mulainya.

"Bagus ya program ini, tapi jangan cuma manis di awal aja pahit di belakang. Artinya kita bisa terus didampingi oleh pemerintah agar usaha kita maju juga," harapnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT