07 November 2019, 19:28 WIB

Catur Fokus Matangkan Mental Bertanding Jelang SEA Games


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

Antara/Viki Payoka
 Antara/Viki Payoka
Atlet catur Indonesia Irene Kharisa Sukandar

TIM catur Indonesia tengah memasuki tahap pematangan persiapan jelang SEA Games 2019 Filipina 30 November-11 Desember mendatang

Kepala Pembinaan dan Prestasi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kristianus Liem, mengatakan jika skuatnya sedang fokus untuk memperbaiki mental bertanding sebelum berangkat ke Filipina.

“Persiapan terakhir lebih ke internal dan soal mental juga langsung diberi tahu ke atletnya. Karena mereka kalau dikasih tahu suka susah ngerti. Jadinya, di pertandingan jadi kalah,” ujar Kris, Kamis, (7/11).

Sebelumnya, Kris mengaku sering kewalahan untuk memberitahu atletnya yang rentan menjadi sombong setelah menjadi seorang Master. Pasalnya, aspek mental menjadi seorang GM sangat teruji dan rentan menjadi penyebab kesombongan dan penghancur karier seorang atlet.

Kris percaya bahwa salah satu cara ampuh menghilangkan rasa jumawa pada atlet adalah dengan bertanding melawan pecatur hebat.

“Karena menghadapi lawan yang kuat akan kelihatan. Jika kita menang-menang terus ya tidak kelihatan titik lemahnya. Bahkan sombong saja tak boleh, karena kalau sombong itu jadi kalah. Jadi strong move-nya bisa berbalik. Itulah hal yang bisa buat mereka sadar,” tutur Kris.

Baca juga : Waktu Latihan Estafet Bentrok

Ia pun mengakui titik lemah Percasi saat ini untuk membina para atletnya ialah tak punya psikolog khusus untuk menangani mental atlet. Hanya pecatur putra, Novendra Priasmoro yang memiliki psikolog sendiri melalui sponsor.

Di sisi lain, Kris menargetkan beban yang sama kepada sleuruh pecatur untuk memberikan yang terbaik di Filipna. Ia tak ingin membebankan target medali kepada pecaturnya agar para atlet tak terbebani dan bisa tampil maksimal.

Kendati demikian, Kris akan mengandalkan nomor putri yang punya kans besar untuk meraih medali. Ia melihat Indonesia berada di atas level beberapa negara lainnya. Berbeda dengan putri, kans nomor putra untuk berbicara banyak cukup sulit lantaran punya peta persaingan yang merata.

Kris pun tetap yakin bisa membawa prestasi apik saat kembali ke Jakarta. Keyakinan itu berangkat dari catatan wakil catur Indonesia yang meraih total 16 medali dari SEA Games 2013 di Myanmar, terdiri dari lima emas, empat perak dan tujuh perunggu.

Namun, pada SEA Games 2015 dan 2017, catur harus absen lantaran tak dipertandingkan dalam ajang dua tahunan itu.

"Kita kuat di putri, ada Irene dan Medina setelah membaca kekuatan peta nomor putri. Di putra, Vietnam punya dua Grand Master, kita harus lebih berusaha," tutur Kris. (OL-7)

BERITA TERKAIT