07 November 2019, 18:30 WIB

Saksi Sebut Proyek Bagasi PT Inti Diarahkan Andra Agussalam


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Andra Y Agussalam

PENGADAAN proyek bagasi baggage handling system (BHS) yang dikerjakan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) di sejumlah bandara disebut diarahkan oleh mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam. Andra disebut meminta agar PT Inti mendapatkan proyek tersebut meski keuangan PT Inti dalam kondisi tidak sehat.

Hal itu itu diungkapkan mantan Executive General Manager Divisi Airport Maintenance Angkasa Pura (AP) II Marzuki Battung saat bersaksi untuk terdakwa bekas staf PT Inti Taswin Nur.

"Saya dan Darman pernah meeting dengan Andra. Waktu itu soal PT Inti meminta pekerjaan ke PT AP II dan saya diminta Andra untuk memfasilitasi Darman atau PT Inti," kata Marzuki di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (7/11).

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Marzuki. "Benar ini keterangan saksi?" tanya jaksa. "Betul," jawab Marzuki.

Menurut Marzuki, Andra turut menyampaikan keadaan keuangan PT Inti yang sedang tidak baik. Lantas, Marzuki diminta untuk mengawal proyek yang akan dikerjakan PT Inti tersebut agar ditunjuk langsung sebagai BUMN yang menggarap proyek.

Dalam persidangan yang sama, Direktur PT Angkasa Pura Propertindo (APP) Wisnu Raharjo mengatakan sebelumnya pernah meminta Andra Agussalam agar tak melanjutkan pengadaan BHS untuk enam bandara yang digarap PT Inti. Dia berujar kondisi keuangan PT Inti yang tidak sehat bisa berisiko untuk keberlanjutan proyek.

"Saya dilaporkan kondisi keuangan PT Inti sedang tidak baik. Jadi berisiko kalau proyek ini dilanjutkan dan saya sampaikan itu ke Pak Andra," ucap Wisnu.

Menurut Wisnu, Andra tetap berkukuh dan memintanya mencarikan solusi untuk mengatasi masalah itu. Wisnu lantas meminta Dirut PT Inti Darman Mappangara untuk melakukan pembenahan internal terkait situasi keuangan perusahaan.

Dalam perkara itu, komisi antirasuah menetapkan dua tersangka yakni Andra Y Agussalam dan Taswin Nur. Taswin didakwa menjadi perantara suap kepada Andra sebesar US$71 ribu dan Sin$96.700.

KPK menduga suap diberikan agar Angkasa Pura menunjuk langsung PT Inti sebagai perusahaan yang akan mengerjakan baggage handling system enam bandara yang dikelola Angkasa Pura II. (OL-8)

BERITA TERKAIT