07 November 2019, 16:58 WIB

BI Kalteng Gencar Sosialisasikan Gerakan Nasional Non Tunai


Surya Sriyanti | Nusantara

MI/Surya Sriyanti
 MI/Surya Sriyanti
Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalteng Setian, (kanan) sedang sosialisasi pembayaran non tuna

GUNA mencapai sistem pembayaran egisien, aman dan andal seperti meminimalisir peredaran uang palsu dan menghemat biaya cetak uang kertas, Bank Indonesia Kalteng  terus melakukan sosialisasi  Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) kepada masyarakat dan pemerintah daerah.  Salah satu caranya yakni dengan melakukan sosialisasi ke Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan

Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalteng Setian, Kamis (7/11/2019) menjelaskan, dalam memperkenalkan bertransaksi secara non tunai, selain melakukan sosialisasi ke pemerintah daerah lainnya dan masyarakat, BI Kalteng  juga sudah melakukan sosialisasi kepada sejumlah mahasiswa di Palangka Raya

"Karena kita tahu masyarakat Kalteng terutama yang berada di pinggiran kota baik di ibukota provinsi maupun kabupaten masih belum kenal dengan pembayaran non tunai. Untuk itulah kita terus lakukan sosialisasi," jelasnya.

Selain melakukan sosialisasi pihaknya  juga tidak menutup kemungkinan ada  pemerintah daerah dan swasta yang ingin melakukan kerja sama, untuk membantu dalam hal pembayaran tanpa tunai. Dikatakan Setian, dengan meningkatkan transaksi non tunai di Indonesia diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi  pembayaran tunai menjadi non tunai. Dari sifat yang manual menjadi elektronik.

"Program ini  diharapkan dapat menghemat biaya pencetakan uang kertas meminimalkan penerimaan uang palsu atau rusak mempermudah transaksi ekonomi. Serta memperluas akses masyarakat terhadap perbankan," kata Setian.

baca juga: Fraksi Nasdem Dukung Mosi Tidak Percaya pada Pimpinan DPRD

Selain itu untuk mendukung kemudahan GNNT, Bank Indonesia membuat inovasi bersama Gerbang Pembayaran Nasional dengan adanya interkoneksi dan interoperabilitas.

Interkoneksi adalah kondisi antara sistem teknik dan infrastruktur dapat saling berhubungan dan saling berbicara serta saling memproses. "Sedangkan interoperabilitas adalah kondisi nstrumen dapat diterima atau diproses di berbagai kanal  pembayaran seperti ATM ,EDC payment Gateway," pungkas Setian. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT