07 November 2019, 16:58 WIB

Penunjukan Kabareskrim Baru Harus Melalui Mekanisme Wanjakti


Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Markas besar Polri.

WAKIL Ketua Umum Ikatan Sarjana dan profesi Perpolisian Indonesia sekaligus pengamat Kepolisian, Irjen Pol. (Purn) Sisno Hadi Winoto, mengatakan terdapat standart baku dalam soal penentuan posisi Kabareskrim selain hak preogatif Kapolri juga ada mekanisme Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti)

"Standarnya kan satu tetep biar bagaimana pun, caranya lewat wanjakti. Wanjakti itu setelah administratif wanjakti, artinya kepangkatan dll. Setelah itu, pasti ada dua besar. Yang dicari yang profesional dan moral yang baik," kata Sisno saat dikonfirmasi Kamis (7/11).

Sisno berharap Kabareskrim yang baru merupakan figur yang mempunyai komitmen dalam tugas dan fungsi Kepolisian.

"Komitmen untuk cepat dalam kemuliaan fungsi di kepolisian, itu yang utama sebagai penegak hukum dan pemelihara ketertiban masyarakat," ujar Sisno.

"Sebagai penegak hukum, dia harus profesional. Kalau secara umum, perwira tinggi sudah umum ya. Tapi pasti dibutuhkan yang memiliki pengalaman lebih," paparnya.

Terkait empat nama calon kabareskrim yang beredar dimedia massa, Susno menyebut beberapa nama yang beredar yakni Irjen Gatot Eddy Pramono, Irjen Listiyo Sigit, Irjen Sormin, dan Irjen Agus merupakan semua figur-figur yang mumpuni.

Namun demikian, ia menjelaskan ada kriteria yang spesifik dan juga komitmen yang memiliki kedekatan emosional dengan pucuk pimpinan Polri saat ini.

"Kedekatan emosional ini bukan dalam arti negatif tapi lebih pada keselerasan kinerja, ada gaya dan visi misi Kapolri yang meski dipahami bawahannya atau bisa membaca keinginan pimpinan dalam konteks kinerja," terangnya.

Sisno juga memandang perlunya mendengarkan aspirasi masyarakat terkait penentuan posisi kabareskrim

"Kalau dari luar itu, pimpinan katakanlah pendapat masyarakat itu perlu dipertimbangkan karena komitmen kan biasanya diwarnai dari perjalanan. Ada komplain atau tidak, itu ada catatan di propam. Tapi saya yakin nama yang berdar saat ini cukup credible," lanjutnya

Sisno juga menyoroti terkait jabatan Kapolri Idham Azis yang kemungkinan hanya setahun harus juga menjadi pertimbangan dalam menetukan Kabareskrim.

"Saya tidak mau mendahului tapi ada semacam kultur di kepolisian tidak sedikit perwira lulusan untuk posisi Kabareskrim yang cukup strategis ini ke depan mengisi pucuk pimpinan kepolisian, karena itu ini juga harus jadi bahan acuan," pungkasnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT