07 November 2019, 13:30 WIB

Menristek Masih Enggan Jelaskan Nasib Lembaga Riset


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Menteri Riset Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro (kiri) 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya masih terus mematangkan pembentukan BRIN. Pembentukan BRIN merupakan amanat dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek).

"Pokoknya BRIN adalah konsolidasi dan platform dari semua aktivitas riset yang berujung pada inovasi, sehingga aktivitas riset tidak berhenti hanya pada kepentingan akademik, tapi juga bisa berujung pada inovasi yang bermanfaat," kata Bambang Brodjonegoro dalam acara DataGovAI 2019 Summit, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (7/11).

Terkait konsep yang akan dijalankan BRIN untuk mengintegrasikan seluruh lembaga riset di Indonesia, termasuk akankah lembaga riset seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Badan Pengendalian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta badan penelitian dan pengembangan (litbang) digabung atau ditiadakan, Bambang masih enggan menjelaskan lebih spesifik.

Baca juga: Menristek Dorong Para Petani Ubah Mindset

Namun, dia memastikan dalam lima tahun ke depan BRIN akan terus mendorong lahirnya inovasi yang dapat diwujudkan menjadi produk yang berguna bagi masyarakat.

"Tentu kita ingin lebih banyak inovasi yang kemudian bisa diproduksi secara massal dan bersifat tepat guna, jadi bisa langsung dipakai oleh masyarakat," tuturnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT