07 November 2019, 13:15 WIB

Status Tanggap Darurat Karhutla Bakal Dicabut


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Karhutla di Sumatra Selatan masih terjadi terutama di Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu dan Banyuasin

KEBAKARAN hutan dan lahan di Sumatra Selatan masih terjadi. Terutama di Ogan Komering Ilir (OKI), kebakaran lahan di area gambut masih terjadi. Pada Kamis (7/11/2019), terpantau dari satelit LAPAN ada 53 titik panas di OKI, 3 titik panas di Banyuasin dan 1 titik panas di Ogan Komering Ulu (OKU). Meski sebagian daerah masih sudah turun hujan, karhutla di OKI sebarannya masih sporadis.

"Selama masa status tanggap darurat masih berlaku hingga 10 November 2019, maka tim  kita di lapangan tetap stand by dan lakukan upaya pemadaman dengan maksimal," kata Komandan Satgas Darurat Karhutla Sumsel, sekaligus Komandan Korem 044/Gapo, Kol Arh Sonny Septiono.

Ia menjelaskan, berdasar informasi dari BMKG diprediksi cuaca ekstrim tanpa hujan akan terjadi pada 6 hingga 11 November 2019 mendatang. Untuk itu, pihaknya melakukan upaya strategis menghadapi hal itu. Meski diprediksi hujan pada 10 November namun belum menyeluruh. Adapun upaya yang dilakukan yakni mengorganisir 1.512 personel yang saat ini masih terus disiagakan di daerah rawan karhutla. Ribuan personel ini diminta untuk terus optimal dalam upaya memadamkan karhutla yang terjadi.

Selain itu, Korem Gapo juga sudah mengirimkan kembali 100 personel TNI membantu pemadaman karhutla khusus di OKI yang diketahui sedang terjadi kebakaran lahan. Diakuinya, ini sebagai upaya untuk meminimalisir meluasnya area terbakar.

"Penyiagaan pasukan untuk pemadaman titik api ini akan terus dilakukan meski masa tanggap darurat berakhir," jelas Sonny.

Ia menjelaskan, upaya pemadaman kebakaran lahan saat cuaca ekstrim terbilang tidak mudah. Selain kesulitan untuk menjangkau titik api yang berada jauh di pedalaman, petugas di lapangan juga kesulitan mencari sumber air untuk melakukan pemadaman.

"Kami TNI/Polri punya personel tapi peralatan pemadamnya tidak ada. Kami berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan perkebunan memperbanyak peralatan pemadam, sehingga apabila terjadi kebakaran kami bisa membantu," kata Sonny.

Ditambahkan Kabid Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori, masa satatus darurat karhutla sudah diperpanjang dari sebelumnya berakhir di akhir Oktober menjadi 10 November 2019.

baca juga: Alokasi Anggaran Kebencanaan Babel 2020 Turun

"Insya Allah sesuai dengan prediksi BMKG, hujan akan turun banyak di Sumsel pada 10 November. Kita belum ada rencana perpanjangan masa status. Kemungkinan tetap akan ditutup (masa status darurat karhutla berakhir)," ujarnya.

Ia menjelaskan, tim di lapangan akan tetap menjalankan tugasnya hingga status masa tanggap darurat berakhir.

"Semua tim di lapangan masih standby. Memang ada yang ditarik, tapi itu pasukan tambahan. Kita sekarang fokus pemadaman karhutla di OKI,"  tandasnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT