07 November 2019, 09:20 WIB

Ini Tawaran Solusi Menkes Terawan terkait Defisit BPJS


Atalya Puspa | Humaniora

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kiri) dan Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris (kanan) mengikuti rapat kerja dengan DPR RI

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto menawarkan sejumlah solusi untuk atasi masalah defisit BPJS Kesehatan. Saat ini, penaikan iuran hingga 100% yang menjadi solusi atas masalah tersebut justru menuai protes dari berbagai pihak.

Solusi yang ditawarkan Menkes Terawan, pertama pihaknya akan melakukan diskusi dengan berbagai pihak untuk melakukan revisi tarif INA CBGs, rata-rata biaya yang dihabiskan oleh suatu kelompok diagnosis.

"Ini bisa jadi momentum, orientasinya pasti sosial, bukan bisnis demi revolusi mental. Tujuannya agar menggugah tenaga kesehatan untuk kembali pada social oriented kedaulatan yang terjaga. Kami akan memanggil akademisi, pelaku dan puskesmas untuk denger pendapat agar tidak menimbulkan kerancuan," kata Terawan dalam rapat dengan Komisi IX di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (7/11).

Baca juga: Debat Panjang Iuran BPJS, Raker Komisi XI-Menkes Dilanjut Esok

Selain itu, pihaknya juga menyebut Kementerian Sosial sebagai leading sector pengelolaan data kependudukan akan menambahkan sebanyak 5 juta jiwa dalam kepesertaan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

Terakhir, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensesneg) untuk memberikan subsidi pada peserta iuran BPJS Kelas 3 agar penaikan iuran tidak berdampak pada peserta.

"Keputusan sebelumnya antarkementerian, jangan menaikkan kelas 3 mandiri. Kami sudah berkomunikasi Mensesneg, bagaimana? Apakah bisa disubsidi. Masih ditanya karena harus komunikasi," tandasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT