07 November 2019, 07:15 WIB

Kejaksaan Agung Soroti Tenaga Kerja Ilegal


Gol/P-4 | Politik dan Hukum

ANTARA
 ANTARA
Wakil Jaksa Agung Arminsyah 

KEJAKSAAN Agung menyoroti fenomena meningkatnya bursa tenaga kerja di negara-negara ASEAN akibat masifnya perputaran sektor ekonomi di kawasan tersebut. Walaupun mengalami peningkatan akibat pembangunan infrastruktur dan menggeliatnya industri manufaktur di kawasan Asia Tenggara, negara-negara tersebut menghadapi persoalan munculnya tenaga kerja yang berasal dari perekrutan ilegal. "Tenaga kerja ini selalu menjadi korban dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi mendapatkan keuntungan semata," kata Wakil Jaksa Agung Arminsyah saat menghadiri Konferensi Jaksa Agung China-ASEAN Ke-12 yang diselenggarakan di Siem Reap, Kamboja, kemarin.

Menurut Arminsyah, keprihatinan pihaknya sangat beralasan setelah The United Nations Office on Drug and Crime (UNODC) melansir laporan yang berjudul Transnational Organised Crime in South East Asia: Evolution, Growth, and Impact. "Dalam laporan tersebut dikatakan hampir 70% korban perdagangan manusia khususnya di kawasan Asia Tenggara ialah anak-anak di bawah umur," ungkapnya

Menurutnya, kejahatan ini tentu saja memiliki dampak fisik maupun psikis dan meninggalkan pengaruh yang buruk dalam kehidupan korban. "Atas dasar fenomena tersebut, perlu langkah nyata dari seluruh negara-negara anggota ASEAN dan Tiongkok untuk memberantas setiap macam bentuk perdagangan manusia sampai keakar-akarnya dan menjadikannya sebagai musuh bersama," tegasnya.

Menurut Arminsyah, tindak pidana perdagangan orang ibarat fenomena gunung es, yang di bawahnya terdapat beragam persoalan, seperti kemiskinan, terbatasnya lapangan kerja, rendahnya kualitas pendidikan, dan keterampilan yang dimiliki. "Kondisi ini mendorong orang-orang untuk mencari sumber penghidupan yang layak, bahkan sampai harus ke luar negeri, yang pada akhirnya tidak sedikit di antara mereka justru terjebak ke dalam perdagangan manusia, seperti perbudakan, penyelundupan, termasuk eksploitasi secara seksual," pungkasnya.

The 12th China-ASEAN Prosecutors-General Conference merupakan agenda tahunan yang dihadiri para jaksa agung negara-negara anggota ASEAN serta Tiongkok, yang pada tahun lalu dilaksanakan di Brunei Darussalam. Untuk itu, Arminsyah mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap jaksa agung Tiongkok-ASEAN yang berkesempatan untuk hadir dalam konferensi ini. (Gol/P-4)

BERITA TERKAIT