07 November 2019, 05:50 WIB

Menperin Komit Jaga Kinerja Industri Tekstil


(Ant/E-3) | Ekonomi

 ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/pd.
  ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/pd.
 Pekerja memproduksi batik printing dengan produksi 1.000 meter per hari di Rumah Tekstil Cineuheul, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat,

Industri tekstil dan pakaian jadi merupakan sektor manufaktur yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi pada triwulan III-2019 sebesar 15,08%. Pertumbuhan ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,02% pada periode yang sama.

"Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri tekstil dan pakaian merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang sedang diprioritaskan pengembangannya terutama dalam kesiapan memasuki era industri 4.0," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, kemarin.

Menperin menegaskan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional semakin kompetitif di kancah global karena telah memiliki daya saing tinggi. Hal ini didorong lantaran struktur industrinya sudah terintegrasi dari hulu sampai hilir.

"Kinerja gemilang industri tekstil karena sejalan dengan tingginya permintaan di pasar domestik, yang tecermin dari peningkatan produksi di sentra produksi tekstil dan pakaian jadi, khususnya wilayah Jawa Barat," ungkapnya.

Agus menuturkan, pihaknya juga proaktif memacu ekspor produk TPT nasional. Selain sebagai sektor padat karya, industri TPT memiliki orientasi ekspor.

Oleh karena itu, beberapa langkah strategis dijalankan, antara lain mendorong perluasan akses pasar serta merestrukturisasi mesin dan peralatan.

"Jadi untuk menggenjot daya saing industri TPT, banyak hal yang kami pacu. Misalnya, memudahkan ketersediaan bahan baku dan pasokan energi," sebutnya.

Selain itu, pemerintah tengah menyelesaikan aturan perlindungan (safeguard). Aturan tersebut akan diterapkan dengan mengenakan bea masuk pada produk tekstil yang berasal dari luar negeri. Tujuannya untuk menjadi benteng pertahanan dari serbuan impor produk tekstil sehingga dinilai dapat melindungi industri nasional.

Sebelumnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi industri pakaian jadi mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 15,29%.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor dari industri TPT nasional akan menembus hingga US$15 miliar sepanjang 2019.

Sektor manufaktur lainnya yang tumbuh tinggi ialah industri makanan dan minuman, yakni 8,33%. (Ant/E-3)

BERITA TERKAIT