06 November 2019, 22:07 WIB

Kena Isu Miring, Idham Analogikan Dirinya dengan Patung Pancoran


Tri Subarkah | Politik dan Hukum

MI/Bary Fatahillah
 MI/Bary Fatahillah
Serah terima jabatan Kapolri

KEPALA Polri Jenderal Idham Azis enggan ambil pusing terhadap beberapa pihak yang tidak menyukainya pascadipilih Presiden Joko Widodo sebagai Kapolri. Terlebih dengan isu bahwa ia memiliki kedekatan tersendiri dengan mantan atasannya yang kini menjadi Menteri Dalam Negeri Jendral (Purn) Tito Karnavian.

Menanggapi hal tersebut, Idham yang akan menjabat sebagai Kapolri hingga Februari 2021 mendatang, berkelakar dengan menganalogikan dirinya dengan Patung Pancoran.

"Kalau masalah suka tidak suka, Patung Pancoran juga banyak yang tidak suka, apalagi saya. Jadi abang-abang kalau suka terima kasih, kalau nggak suka, saya tinggal," candanya di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat pada Rabu (6/11).

Sementara itu, terkait isu yang mengatakan bahwa ia adalah "orangnya Tito", Idham hanya menanggapi santai.

Baca juga : Teruskan Tongkat Estafet, Ini Harapan Tito ke Idham Azis

"Banyak orang bilang saya orang beliau (Tito). Iyalah, dia Kapolri. Masa saya orangnya Pangkostrad, masa saya orangnya Danjen Kopassus. Saya Polri dia Kapolri. Saya sami'na wa atho'na sama beliau. Siapa yang ganggu saya punya komandan, berhadapan dengan saya, itulah namanya loyalitas" ujar Idham diselingi tawa.

Selain Patung Pancoran, Idham juga menganalogikan dirinya dengan kartu mati. Hal ini terkait penunjukkan Jokowi terhadap dirinya sebagai Kapolri.

"Saya sebenarnya ini kartu mati, kalau ibarat main gaple, saya ini balak kosong. Sudah tidak ada orang yang memimpikan saya jadi Kapolri dan saya tidak tahu jadi Kapolri," ucap Idham.

Idham mengaku kehilangan kata-kata saat Jokowi memintanya jadi Kapolri. "Saya tidak tahu mau berkata apa, jawabnya pun pelan sekali, baru bilang siap, antara bingung atau tidak," kata mantan Kabareskrim itu. (OL-7)

BERITA TERKAIT