07 November 2019, 03:40 WIB

Jaga Peluang untuk Raih Gelar


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Olahraga

ANTARA
 ANTARA
Pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra

DARI 15 wakil Indonesia yang berlaga di babak pertama Fuzhou Tiongkok Terbuka 2019, hanya tujuh yang mampu menginjakkan kakinya di babak kedua. Mereka yang tersisa pun dituntut kewaspadaannya mengingat beberapa lawan-lawan yang dihadapi di babak kedua pada hari ini memiliki rekor pertemuan yang lebih baik.

Peluang besar untuk masuk babak ketiga hanya dimiliki Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo yang turun di nomor ganda putra. Mereka hari ini akan berhadapan dengan wakil Tiongkok He Ji Ting/Tan Qiang. Di atas kertas Marcus/Kevin yang jadi unggulan utama di Fuzhou lebih diunggulkan karena telah lima kali menang dari Ting/Qiang dalam enam kali pertemuan.

Sementara pasangan ganda putra lainnya, yakni Mohammad Ahsan/Hendra yang merupakan unggulan kedua, memiliki peluang 50:50 untuk lolos dari babak kedua karena belum pernah sekali pun berhadapan dengan Zhang Nan/Xuan Yi yang juga berasal dari Tiongkok. Kemudian Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, hari ini bertemu Soh Wooi Yik/Aaron Chia, pasangan asal Malaysia. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Yik/Chia selalu menang dari Fajar/Rian.

Gregoria Mariska Tunjung yang akan berjuang sendiri hari ini di nomor tunggal putri, juga mendapat lawan yang sangat sulit untuk ditundukkan, yaitu Tai Tzu Ying. Pemain asal Taiwan itu merupakan unggulan pertama dan dari empat kali pertemuan dengan Gregoria, dia tidak pernah kalah.

Di nomor ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari hari ini bertemu dengan pasangan Malaysia Lai Shevon Jemie/Goh Soon Huat. Hanya sekali pernah bertemu dengan Jemie/Huat di Singapura Terbuka 2018, tapi Rinov/Pitha gagal kala itu. Sedangkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti memiliki skor 3-3 dengan pasangan asal Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Praveen/Melati yang kini mengejar gelar ketiga setelah berhasil juara di Denmark dan Prancis pada bulan lalu menjanjikan penampilan yang maksimal hari ini. “Kami pasti kasih permainan terbaik, targetnya main maksimal dulu,” kata Praveen. “Apa pun kondisinya, tidak bisa jadi alasan, yang penting tetap fokus, konsentrasi dan komunikasi terus sama partner. Kalau dijalani semua, di lapangan juga lupa sama kondisi, karena sudah fokus sama pertandingan,” sambung Melati.

Jonatan Christie hari ini juga jadi satu-satunya wakil Indonesia di tunggal putra. Dia ditantang oleh pemain Hong Kong Lee Cheuk Yiu yang sudah pernah dua kali menang darinya. Sementara Jonatan baru pernah sekali menang dari Yiu.


Performa menurun

Beberapa wakil Merah Putih yang angkat koper lebih awal mengaku penyebab kekalahan mereka ialah karena mengalami penurunan performa. Pemain tunggal putra Tommy Sugiarto mengatakan performanya naik-turun karena tidak latihan secara intensif.

Pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga mengatakan performa mereka di beberapa turnamen sejak sebelum tampil di Fuzhou sudah kurang bagus. (BadmintonIndonesia/R-3)

BERITA TERKAIT