06 November 2019, 17:26 WIB

PMD Dipotong, Pembangunan Terusan SPAM Jatiluhur Ditunda


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA/Rivan Awal Lingga
 ANTARA/Rivan Awal Lingga
 Petugas melakukan pemeriksaan di Instalasi Produksi Air PT PAM Lyonnasise Jaya (Palyja) Pejompongan, Jakarta, Rabu (13/2).

PEMBAGUNAN terusan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur 1 bakal tertunda. Sebabnya, Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk PD PAM Jaya untuk program itu sebesar Rp700 miliar tidak disetujui oleh Komisi B DPRD DKI Jakarta.

Dengan demikian, PMD yang semula diusulkan oleh PD PAM Jaya sebesar Rp1,71 miliar hanya disetujui Rp1,07 triliun.

Direktur Utama PD PAM Jaya Bambang Hernowo mengatakan pembangunan terusan jaringan distribusi SPAM Jatiluhur 1 merupakan program Kegiatan Strategis Nasional (KSD) karena akan terkait dengan pembangunan SPAM Jatiluhur dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Pembangunan jaringan ini akan mengantarkan pasokan air curah hingga 4.000 liter perdetik (ldp) dari Waduk Jatiluhur ke Jakarta.

"Dengan adanya tambahan pasokan ini, kita bisa menambah cakupan kita hingga 14% di 2022 saat SPAM Jatiluhur 1 beroperasi. Ini berguna untuk mempercepat target peningkatan cakupan kayanan kita mencapai 82% di 2023," ungkap Bambang saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (6/11).

Dengan adanya tambahan pasokan air dari SPAM Jatiluhur ini, PD PAM Jaya dapat mendistribusikan air hingga ke 200ribu warga.

"Yang kita utamakan adalah warga Jakarta Timur dan Jakarta Utara. Di sana masih banyak yang belum terjangkau perpipaan," ungkapnya.

Saat ini cakupan layanan jaringan perpipaan air bersih di DKI baru mencapai 61% dan ditargetkan mencapai 63% hingga akhir tahun. Sementara tahun depan direncanakan cakupan layanan jaringan perpipaan bisa bertambah 5,9% dengan program pengembangan yang didanai PMD sebesar Rp700 miliar.

Baca juga: Sudin LH Jakbar Angkut 4,8 Ton Sampah dari Kali Mal Season City

Sementara itu, Bambang menyebut guna meningkatkan cakupan layanan perpipaan hingga 82% bukan hanya terusan jaringan SPAM Jatiluhur yang harus dibangun, melainkan pihaknya juga harus menurunkan tingkat kehilangan air. Pihaknya juga harus melakukan peningkatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di antaranya di Buaran.

Bambang menegaskan tidak disetujuinya usulan pembangunan terusan jaringan SPAM Jatiluhur tidak membuatnya khawatir. Ia masih bisa mengajukan PMD tersebut di APBD Perubahan 2020 yang diajukan di pertengahan tahun.

"Untuk pembangunan kita masih bisa catch up agar bisa sejalan dengan penyelesaian di SPAM Jatiluhur 1 dengan percepatan-percepatan," tegasnya. (A-4)

BERITA TERKAIT