06 November 2019, 16:57 WIB

Dirut BCA:Transaksi Perbankan paling Terpengaruh Digitalisasi


Ihfa Firdausya | Ekonomi

ANTARA/GALIH PRADIPTA
 ANTARA/GALIH PRADIPTA
Dirut BCA Jahja Setiaatmadja (kiri), Dirut Maybank Indonesia Taswin Zakaria, dan Deputi Komisioner Pengawas Perbankan OJK Boedi Armanto

SEIRING dengan percepatan laju perkembangan teknologi, dunia perbankan dihadapkan pada tantangan digitalisasi yang semakin masif. Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja menyebut dampak paling signifikan dari hal tersebut bagi dunia perbankan ke depan ialah dalam hal transaksi.

Menurutnya, transaksi ini akan lebih didominansi oleh digital dan teknologi.

"Ke depan kita bayangkan, dengan teknologi yang berkembang demikian luas, maka yang paling terjadi revolusi adalah dalam transaksi," ujar Jahja pada acara Indonesia Banking Expo (IBEX) 2019 di Hotel Fairmont Jakarta, Rabu (6/11).

"Sekarang QRIS sudah dilauch oleh BI. Mungkin sekarang masih terbiasa pakai uang tunai. Itu yang akan terjadi (perubahan) paling drastis," imbuhnya.

Namun, ia meyakini bisnis perbankan secara keseluruhan, serta bisnis korporasi dan UKM masih tetap membutuhkan transaksi konvensional.

"Hanya mungkin dari processing-nya di bank itu akan sangat cepat memproses," tuturnya.

Baca juga: Perusahaan Digital Siap Bantu Kembangkan UKM

Di sisi lain, untuk masuk ke era digitalisasi juga diperlukan sumber daya manusia (man power) yang andal.

"Man power sekarang merupakan perebutan. Bukan hanya kita yang mau memiliki ahli-ahli data analisis, bukan hanya perbankan, melainkan juga dengan fintech bahkan dengan fintech-fintech di luar negeri," ungkapnya.

Secara umum, Jahja menggambarkan ke depan semuanya akan menjadi superdigital.

"Kita juga harus mempunyai super-apps yang bisa meng-handle segala macam, bukan hanya transaksi finansial tapi seluruh ekosistem yang ada itu bisa menjadi satu," katanya.

Menurutnya, itulah pola perbankan yang akan dilihat dalam beberapa tahun mendatang.

"Mungkin belum sampai 2025, mungkin dalam dua-tiga tahun sudah terjadi karena cepatnya transformasi dalam bidang teknologi," pungkasnya. (A-4)

BERITA TERKAIT