06 November 2019, 16:27 WIB

LIPI Berhasil Kembangkan Perekonomian Rakyat NTB


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

ANTRA FOTO/Ahmad Subaidi
 ANTRA FOTO/Ahmad Subaidi
Sejumlah petugas menyiapkan sapi untuk dilakukan proses inseminasi buatan di Rumah potong hewan Banyumulek, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Bioteknologi mengembangkan potensi peternakan di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Tekno Park Banyumulek. Kegiatan Tekno Park Banyumulek telah dilaksanakan sejak 2015 melalui klaster peternakan dan 2018 diperkuat oleh Pusat Unggulan Iptek (PUI).

“Provinsi NTB sangat potensial untuk pengembangan peternakan sehingga fokus kegiatan Tekno Park Banyumulek adalah peternakan sapi potong yang didukung dengan teknologi pertanian, pascapanen, sosial ekonomi dan lainnya yang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian masyarakat,” ungkap Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Enny Sudarmonowati dalam pernyataan resmi, Rabu (6/11).

Selama lima tahun kiprah LIPI di NTB, telah dilaksanakan alih teknologi kepada petugas lapangan, pemerintah daerah dan peternak.

"Target untuk membentuk UKM juga telah terwujud yaitu di Sentra Peternakan Rakyat Ridho Ilahi di Lombok Timur dan Ngiring Datu di Lombok Utara,” terangnya.

Baca juga: Pemprov NTB Buat Program Unggulan Kesehatan

Enny menjelaskan Ridho Ilahi berhasil mengaplikasikan teknologi pakan konsentrat, sedangkan Ngiring Datu berhasil memproduksi pakan konsentrat dan silase.

“UKM olahan cokelat telah berkembang dari kelompok tani yang hanya menghasilkan kakao dan biji fermentasi menjadi kampung cokelat Senara yang mampu mengolah biji mentah menjadi bahan olahan coklat jadi,” ungkapnya.

Melalui pendampingan dan pelatihan yang diberikan LIPI, para peternak mampu memecahkan tiga rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) yakni recording 2019 ekor sapi menggunakan aplikasi berbasis android selama 3 bulan, inseminasi buatan sperma sexingpejantan yang pertama pada 2019 sapi dengan kriteria SNI dan produksi silase sebanyak 2019 kilogram oleh 120 peternak.

Gubernur Nusa Tenggara Barat Zulkieflimansyah menyampaikan harapannya agar NTB tidak hanya mengekspor bahan baku mentah akan tetapi juga barang jadi.

"Kami berharap STP Banyumulek di bawah bimbingan LIPI mampu menjelma menjadi pusat edukasi, melahirkan industrialisasi dan menciptakan potensi ekonomi untuk kemajuan NTB," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT