06 November 2019, 16:14 WIB

Simon Dipecat tapi Masih Melatih, Ini Penjelasan PSSI


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

Antara
 Antara
Simon McMenemy

PSSI resmi memutus kontrak Simon McMenemy sebagai pelatih tim nasional Indonesia. Hasil rapat komite eksekutif PSSI memutuskan untuk memecat Simon karena hasil buruk di empat laga Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia melawan Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

Namun, Simon masih melakoni laga terakhirnya melawan Malaysia, Selasa, 19 November.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mengaku hasil rapat bersama exco memutus kontrak Simon. Namun, pihaknya masih mengurus administrasi dan membahas kompensasi gaji akibat pemutusan kerja tersebut.

"Simon diputus dalam rapat exco, sudah pasti (dipecat), tapi kita kan kita menunggu pelatih yang kita inginkan, perlu ada administrasi, tidak bisa begitu saja," ungkap Iwan, ketika ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (6/11).

 

Baca juga: Resmi! PSSI Pecat Simon McMenemy Usai Laga Lawan Malaysia

 

Iwan Bule mengungkapkan pihaknya sebenarnya telah menyiapkan nama pengganti Simon. Namun, dua kandidat pelatih yang diinginkan, yakni Luis Milla dan Shin Tae-yong tengah memiliki pekerjaan lain dan tidak bisa langsung menukangi tim nasional Indonesia.

"Nanti mereka baru bisa akhir bulan November, karena mereka terikat juga dengan pekerjaan yang sedang dia lakukan. Sehingga mohon bersabar meskipun Simon juga secara keputusan telah diganti, tentunya tidak bisa serta merta, kita mengganti itu, ada administrasi yang harus dilalui. Jadi, harap bersabar," ungkap Iwan,

Iwan Bule mengakui adanya kekhawatiran melepas Simon di tengah jalan, seperti kondisi mental para pemain melawan Malaysia. Namun, ia menilai keputusan harus diambil mengingat jebloknya penampilan timnas Indonesia di bawah asuhan Simon.

"Itu resiko memang aturannya begiru, kita pilih mana prestasi atau uang, kita tentu pilih prestasi, uang mungkin bisa kita cari kan tqpi prestasi ini kita kejar karena ini nama baik indonesia," ujar Iwan.

Selain itu, Iwan mengatakan posisi Indonesia yang saat ini menghuni juru kunci grup G pada kualifikasi Piala Dunia dengan nol poin, tidak akan berpengaruh banyak dengan lolosnya Indonesia. Maka dari itu, ia memutuskan memberikan kesempatan kepada Simon sebagai laga perpisahan, sambil menunggu pelatih baru.

"Ini kita melihat tidak ada pengaruh untuk posisi kita (di klasemen), sudah tidak bisa apa-apa lagi, tapi kita berharap menang lah. Simon kita putuskan, ketok palu di exco untuk diganti, karena memang ada pelatih lain yang lebih baik dari dia," kata Iwan. (OL-8)

BERITA TERKAIT