06 November 2019, 16:03 WIB

Atasi Ulah Wisatawan Asing di Bali Harus Tegas dan Terukur


Arnoldus Dhae | Nusantara

ANTARA/Nyoman Budhiana/foc/15.
 ANTARA/Nyoman Budhiana/foc/15.
Turis asing di Bali langgar aturan

GUBERNUR Bali I Wayan Koster meminta kepada aparat penegak hukum agar bertindak tegas dan terukur terhadap wisatawan asing yang sering berulah tidak mematuhi aturan setempat.

Menurut Koster, banyak wisatawan yang berulah di Bali perlu penanganan ekstra hati-hati. Sebab, bila tidak maka akan menjadi boomerang bagi pariwisata Bali.

"Kita akan segera berkoordinasi dengan para pihak. Selama ini banyak wisatwan asing melakukan tindakan yang tidak baik. Akan kami benahi, akan kami tata. Selama ini sudah sangat kacau balau. Ini tidak boleh terjadi lagi selama mereka berada di Bali," ujarnya.

Dalam beberapa bulan terakhir memang sering terjadi kasus-kasus kriminal yang melibatkan wisatawan asing di Bali. Mulai dari kasus wisatawan masuk kawasan suci lalu duduk di palinggih sampai ada wisatawan yang bercinta di salah satu tempat yang disucikan.

Belakangan, ada bule yang ngamuk di hotel dan terakhir ada wisatawan merusak patung Catur Muka. Ada lagi kejadian di kawasan Seminyak Bali, dimana seorang wisatawan yang menabrakan dirinya ke beberapa kendaraan yang sedang lewat karena mabuk. Ini mungkin baru sebagian kecil kejahatan wisatawan di Bali. Ini tentu layak dijadikan catatan bersama agar Bali tak terjebak dengan status destinasi terbaik dunia.

Ditambahkan Koster, ada juga kasus kriminal lainnya seperti kejahatan Narkoba dan pembobol ATM. Ini tentu sulit kita sebut wisatawan karena perilakunya justru lebih condong sebagai pelaku tindak kejahatan.

"Saya berharap dinas terkait yang membidangi pariwisata termasuk asosiasi lainnya yang terkait dengan wisatawan lebih selektif," ujarnya.

Ia menegaskan, Bali tidak harus bertindak kasar terhadap wisatawan, tetapi juga tidak bisa membiarkan kejahatan dan kriminal terjadi. Jangan sampai asal banyak warga asing datang ke Bali dan boleh melakukan apa saja. Dampaknya bagi Bali juga harus dipikirkan. Jumlah wisatawan yang bermasalah dengan wisatawan yang memang ingin berlibur di Bali tak sebanding. (OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT