06 November 2019, 14:16 WIB

Tumor Mata, Afrizal Berobat ke Bali


Yohanes Manasye | Humaniora

MI/Yohanes Manasye
 MI/Yohanes Manasye
Mohammad Afrizal (tengah) di dampingi kedua orangtuanya

MOHAMMAD Afrizal, bocah 12 tahun penderita tumor mata, asal Ramut, Desa Wae Maras, Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan berobat ke Bali. Upaya pengobatan tersebut dilakukan setelah mendapat rujukan dari RSUD Ende.

Afrizal mengalami sakit pada mata kanannya sejak setahun lalu. Kondisinya makin parah sejak terbentur kepala salah seorang teman sekolahnya pada 19 Oktober lalu. Bola mata kanannya membengkak, lalu keluar dari kelopak mata.

Putra keempat dari lima bersaudara pasangan Arifin Tika, 44 dan Sumiati, 39 itu melewati hari-harinya dengan penderitaan. Ia terus meringis menahan sakit. Kepalanya kadang diikat dengan kain untuk menahan sakit.

"Hanya bisa tenang sedikit kalau tidur malam. Itu pun hanya tidur
sebentar," tutur Arifin, ayah sang bocah.

Saat awal mengalami sakit, Afrizal dibawa ke dokter di Ruteng, ibukota
Kabupaten Manggarai. Dokter menyarankan agar Afrizal dirujuk ke RSUD Ende. Di sana, Afrizal divonis menderita tumor mata dan disarankan agar segera berobat ke RS Sanglah Denpasar atau RSCM Jakarta.

"Namun kami tidak punya uang untuk berangkat ke sana. Kami terpaksa pulang ke kampung dan mencoba obat tradisional," tutur Arifin.

Keluarga Arifin memang tak mampu untuk membiayai pengobatan anaknya. Ia
hanya seorang nelayan yang menangkap ikan dengan alat tangkap seadanya.
Hasil tangkapannya, dijual dari kampung ke kampung oleh Sumiati, istrinya.

Saat kondisi mata anaknya memburuk dua pekan lalu, Arifin dan Sumiati
membawa anaknya ke Puskesmas Narang. Pihak Puskesmas merujuk ke RSUD Doktor Ben Mboi Ruteng. Rumah sakit milik Pemda Manggarai itu tak mampu menangani Afrizal. Mereka hanya bisa membuat rujukan lebih lanjut ke RS Sanglah Denpasar.

"Setelah terima rujukan sejak seminggu lalu, kami belum bisa berangkat ke Bali karena kesulitan biaya," ujar Sumiati.

Mereka pun mengajukan permohonan bantuan kepada Pemda Manggarai. Namun
bantuan Pemda hanya sebesar Rp5 juta.

Kepala Dinas Kesehatan KabupatenManggarai Weng Yulianus berusaha mencari soousi dengan meminta bantuanrekan-rekannya yang memiliki yayasan sosial di Bali.

"Kebetulan ada teman-teman kita yang punya yayasan sosial. Sehingga untuk pengobatan dan lain-lain selama di Bali, ditangani teman-teman itu," kata Weng.

Selain itu, beberapa pihak di Ruteng menyisihkan bantuan dana sedikit demi sedikit se hingga Afrizal pun bisa diberangkatkan ke Bali. Afrizal
didampingi ayah dan pamannya bertolak ke Denpasar melalui Labuan Bajo pada Rabu (6/11).

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang membantu. Semoga anakkami bisa sembuh dan semoga Allah SWT memberkati bapak-bapak, ibu-ibu yang membantu kami," ujar Arifin. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT