06 November 2019, 11:41 WIB

Presiden: Urusan Pacul Masa Harus Impor


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo membuka rakornas pengadaan barang dan jasa pemerintah

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sekaligus membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Tahun 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (6/11).

Dalam sambutannya, Jokowi menekankan belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah pusat maupun daerah harus berkontribusi terhadap pengembangan industri dalam negeri, termasuk usaha mikro kecil dan menengah.

"Misalnya urusan pacul, cangkul, masa kita impor. Apakah tidak bisa didesain industri UKM kita, buat pacul tahun depan saya beli ini puluhan ribu. Cangkul, pacul yang dibutuhkan masih impor. Apakah negara kita sebesar ini, industrinya berkembang, benar pacul harus impor?,” kata Jokowi, Rabu (6/11).

Menurut Kepala Negara, impor yang terus menerus dilakukan akan membuat pertumbuhan lapangan kerja terhambat. Kondisi ini berujung pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Menteri Edhy Berusaha Tekan Impor Garam

Mantan Gubernur DKI ini menegaskan Indonesia sudah tidak bisa lagi melakukan rutinitas lama dengan terus mengimpor barang di tengah kondisi perekonomian yang memprihatinkan.

“Lah bagaimana kita masih senang impor padahal neraca perdagangan kita defisit, tapi kita hobi impor. Kebangetan banget, uangnya pemerintah lagi. Kebangetan kalau itu masih diteruskan, kebangetan," ungkapnya.

Jokowi menekankan semua pihak harus sadar ekonomi global sedang bergejolak. Pertumbuhan ekonomi dunia juga turun. Dunia juga sedang dalam ancaman resesi. Bahkan ada yang sudah masuk resesi dan menuju resesi.

“Untuk itu kita harus mampu bertahan dan harus mampu menurunkan defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan. Dengan meningkatkan eksor, substitusi impor dan meningkatkan lapangan kerja," tutur Presiden.(OL-5)

BERITA TERKAIT