06 November 2019, 10:30 WIB

Wabup Tuban Sidak Sejumlah Proyek Infrastruktur


Ahmad Yakub | Nusantara

MI/Ahmad Yakub
 MI/Ahmad Yakub
Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein melakukan sidak di sejumlah proyek infrastruktur di wilayah itu, Selasa (5/11/2019) sore.

MENJELANG akhir tahun, Pemkab Tuban, Jawa Timur mendorong seluruh proyek infrastruktur bisa selesai sebelum akhir 2019. Untuk memastikan hal itu, Wakil Bupati Tubans Noor Nahar Hussein melakukan sidak proyek infrastruktur di sejumlah kcamatan, Selasa (5/11/2019) sore.Sidak proyek infrastruktur itu dilakukan di Kecamatan Semanding, Grabagan, dan Soko. Dalam sidak tersebut, Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tuban.

Peninjauan dilakukan pada pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS), ruas jalan Grabagan-Rengel, ruas Jalan Prambontergayang, kecamatan Soko, dan
kantor Kecamatan Semanding. Kepada awak media, Wabup menyampaikan peninjauan kali ini untuk mengetahui perkembangan pembangunan di sejumlah proyek mengingat sudah mendekati akhir masa kontrak tahun 2019.

Pada pembangunan JLS, Wabup bersama rombongan melihat perkembangan section 2 tepatnya, di Desa Penambangan, Semanding. Dijelaskannya, pembangunan JLS berjalan sesuai dengan timeline pembangunan dan saat ini tengah dilakukan proses pengaspalan. Juga akan dilakukan penyesuaian pengerjaan karena ada usulan dari Kepala Desa Penambangan dan warga yang khawatir rumahnya kebanjiran.  

"Proses ini tidak memerlukan waktu yang lama," kata Noor Nahar Husein.

Dikatakakannya, pada tahun 2019 pembangunan JLS mencapai 6,1 km yang terbagi menjadi 3 section dan ditargetkan selesai akhir 2019. Pada 2020, pembangunan JLS akan dilanjutkan dengan kisaran biaya mencapai Rp80 miliar.  

"Sudah masuk dalam R-APBD dan KUA PPS," ungkapnya.

Sementara itu, pada proyek ruas jalan Grabagan-Rengel dilakukan pelebaran jalan yang semula 4 meter menjadi 5,5 meter. Pelebaran ini untuk mempermudah akses jalan bagi masyarakat ke Kota Tuban, maupun wilayah sekitar jalur alternatif ini. Selanjutnya, pengerjaan ruas jalan Prambontergayang juga berjalan sesuai jadwal.

Wabup menambahkan pembangunan dan pelebaran ruas jalan bertujuan untuk meningkatkan aksesbilitas dan mobilitas masyarakat. Diharapkan, mampu mendukung percepatan gerak roda perekonomian masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan dan sosial masyarakat.

"Mengingat, masyarakat memanfaatkan jalan ini untuk mengantar anak sekolah maupun berkegiatan lainnya," imbuhnya.

Proyek lainnya yang saat ini dikerjakan mengalami perlambatan, yakni pembangunan kantor Kecamatan Semanding. Rencananya pembangunan kantor kecamatan ini selesai pada 21 Oktober 2019. Namun sampai sekarang belum juga selesai. Wabup Noor Nahar menyesalkan atas keterlambatan tersebut.

Sebelumnya, Pemkab Tuban telah memberi arahan agar pengerjaannya dipercepat, bila perlu menambah tenaga kerja. Dengan adanya keterlambatan ini, pihak pengembangan akan dikenai sanksi dan denda sebesar Rp2,1 juta per hari.

"Denda tersebut telah disesuai dengan nilai kontrak pembangunan kantor Kecamatan Semanding," imbuh Wabup.

baca juga: Pemkab Karawang Jemput Jenazah Sri di Bandara Cengkareng

Plt  Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) Kabupaten Tuban,  Edi Kartono menambahkan, proyek yang ditinjau kali ini merupakan proyek yang masuk APBD Kabupaten Tuban tahun 2019 dan harus selesai sebelum akhir 2019. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT