05 November 2019, 23:59 WIB

Kerusuhan Akibat Unjuk Rasa di Irak Tewaskan 13 Orang


Antara | Internasional

AFp/Haidar Hamdani
 AFp/Haidar Hamdani
pelayat membawa jenazah korban kerusuhan unjuk rasa di Irak

SEDIKITNYA 13 orang tewas akibat bentrikan pengunjuk rasa dengan aparat keamanan di Irak, Selasa (5/11). Perstiwa itu menambah daftar panjang korban tewas akibat unjuk rasa di Irak setelah pada Senin (4/11), sebanyak 8 orang dilaporkan tewas.

Pasukan keamanan Irak mulai melakukan tindakan tegas dengan menembak pengunjuk rasa untuk meredam demonstrasi anti-pemerintah.

Lebih 260 orang Irak tewas dalam aksi-aksi unjuk rasa sejak permulaan Oktober menentang pemerintahan yang mereka nilai korup dan terikat pada kepentingan asing, terutama pada Iran.

Baca juga : Rouhani Tegaskan Iran Akan Lanjutkan Pengayaan Uranium

Sebagian besar tewas dalam pekan pertama demonstrasi, ketika para penembak jitu menembak kerumunan massa dari atap-atap di Baghdad. Tetapi setelah pemerintah tampak memberlakukan penggunaan beberapa taktik yang mematikan, protes-protes merebak lagi dengan cepat dalam 10 hari terjadi.

Kekerasan baru itu terjadi sehari setelah Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi mengimbau para pengunjuk rasa agar menangguhkan aksi-aksi mereka,yang dikatakannya sudah mencapai tahap merusak ekonomi.

Ia mengatakan berniat mengundurkan diri jika para politisi setuju mengenai pergantian, dan telah menjanjikan sejumlah reformasi.

Tetapi para pengunjuk rasa mengatakan hal itu tidak cukup dan seluruh kelompok politik harus mundur. (Ant/OL-7))

BERITA TERKAIT